haris' posts with tag: bogor
|  | Sabtu pagi ... setelah semalaman begadang 'kejar tayang' report ... kupaksakan badan ini untuk bangun dan bersiap theraphy gowes pagi. Beberapa waktu ini, kalau sedang off, aku selalu sempatkan untuk gowes santai saban sabtu pagi menikmati jalur kondangan, istilahnya - karena bisa sampai rumah lagi sebelum jam 10, secara hari sabtu :)
Sempat berbalas sms sama kang Bagja untuk ketemuan di jembatan pesantren Pagentongan. Jalur selanjutnya ... merupakan jalur uji coba, secara memang belum pernah kita lewati. Selepas dari kompleks PAM Ciburial, kita ambil turunan simpang ke kanan - menuju ke areal penambangan pasir dan batu, untuk selanjutnya menikmati jalur tanjakan ampyuuuun berbatu spleet CKD alias lepasan, lewat Desa Sengked dan Cileueur .... sampai si mamang yang kita tanyain di bawah bilang ... "wah, itu mah si akang bakal banyak do'a sepanjang jalan ..." dan walhasil, kita berdua banyakan TTB ... dari pada malu dilihatin orang sekampung, whauahahaaa ....
Silahkan ditilik saja langsung ... dan sebagai end-point sajian "tempe goreng hangat buras bumbu kacang" plus "kopi susu panaz" di tepi bendung Ciburial tetap menjadi idola, cuma ada yang beda kali ini ... lebih enak aja makannya, secara lapeerrr !!!
Bogor, 24 Mei '08 |
|  | Beberapa hasil jepretan sang idola ... eh fotografer cilik'ku yang lagi seneng ngintip sama mencet tombol shutter. Gara-gara tripod rusak ngga' ketahuan, maklum jarang pake, timbul ide iseng untuk ngajarin Seby motoin kita. Diluar dugaan, walau masih aku yang setting, hasilnya sangat tidak mengecewakan.
Sialhkan, ini beberapa hasil jepretan Seby setelah ada sedikit pengaturan dan re-framing ....
Bogor, 4 Mei '08 Liputan di http://hiskandar.multiply.com/journal/item/19/fotografer_cilik_atau_.... |
Sabtu pagi 3 Mei kemaren, si kecil seby terbangun agak kesiangan sambil buru-buru nyamperin jam dan melotot ngeliatin angka-angka yang terpampang, "yaa ... sudah jam kosong tujuh tiga enam Pa ... kita jadi ngga' jalan-jalan ke Kebun Raya buat foto-foto ?", tanyanya sedikit merengek sambil memegang tanganku yang sedang asyik baca KOMPAS yang lumayan tebel kalau pas sabtu. Semalam memang dia sudah janji untuk bangun pagi-pagi, "besok jam kosong enam kosong kosong seby sudah siap deh Pa" katanya sangat meyakinkan. Memang jam di rumah pakai yang digital, supaya seby juga bisa belajar baca angkanya. Sedikit muram sambil berpura-pura berpikir untuk memutuskan, padahal dalam hati aku ketawa melihat tingkah dia - seorang negosiator handal, kuiyakan permintaannya dengan syarat "ya sudah, sekarang cepetan mandinya dan terus sarapan dulu biar ntar kuat jalannya", kataku sedikit datar ... jaim tentunya. Terlihat secepat kilat dia ngaciiir ... ke kamar mandi dengan teriakan khasnya sambil lompat "chiiiihuuuiiiiii ... ". Hampir jam sembilan pagi, ketika kami masuk ke gerbang utama Kebun Raya Bogor (KRB) di ujung Jalan Suryakencana ... setelah menukar 3 tiket masuk dan 1 tiket untuk mobil dengan satu lembaran biru limapuluh ribuan ... eh masih dapat kembalian lima ribu rupiah. Setelah kuparkir di tempat yang sejuk di pinggiran danau (atau kolam tepatnya) di belakang istana bogor, kamera dan tripod kukeluarkan. Selesai beberapa jepretan di pinggir kolam dengan model seby dan istriku, kita bertiga berjalan mencari lokasi yang mendekati istana bogor. Sesekali seby merajuk minta untuk pinjam kamera "untuk ambil foto yang lucu Pa ...", katanya. Terlihat kurang seimbang pastinya, seby dengan tangannya yang mungil memegang kamera D50 plus lensa 70-300 yg sudah terpasang. Tapi sepintas kuamati dia begitu enjoy dan menikmatinya, tentunya setelah aku berikan sedikit info ttg cara memegang kamera dan menggunakannya as simple as possible dengan setting'an yang sudah aku test sebelumnya. Dengan bangga dia memamerkan beberapa hasil jepretannya, "bagus ngga' Pa foto-fotonya seby ...", celotehnya bangga. Hmmm, hasilnya tidak bisa dikatakan jelek ... pemilihan objek dan kualitas focus-nya cukup bagus untuk ukuran tangan sekecil itu. Tepat di monumen pendirian KRB samping istana bogor, aku buka kantong tempat tripod, karena ingin foto bertiga. Ternyata bagian untuk dudukan kamera di tripod retak dan sedikit pecah, mungkin pada waktu aku masukkan ke kopor saat trip kantor beberapa saat yang lalu kurang pas packingnya. Rencana foto bareng pun gagal dan berujung untuk foto narsis masing-masing. Seby, entah karena lagi seneng atau emang lagi seneng banget, menawarkan diri untuk memoto kita berdua. "Ayoo dong Ma ... Pa bergaya, siap ya ... satu .. dua ... tiga !!! " serunya, dan kita berdua'pun bergaya dalam beberapa jepretan. Ada celetukan iseng dari mas-mas yang juga lagi foto disitu sama keluarganya, tapi pake kamera poket ... "waah, kameranya gede banget ... punya om aja kalah, bisa ngga' nih motonya ..?", sempet sebentar tersipu malu, seby tetep lanjut juga buat motoin kita berdua. Dan ... keasyikan memegang kamera, mengintip objek, dan mulai menekan shutter ... sudah mulai merasuki alam pikirannya. Beberapa kali setelahnya dia sudah sering mulai memilih untuk yang ambil foto dari pada dipaksa buat jadi modelnya, "biar nanti seby bisa jadi grafer juga Pa .. kan asyiiik ...", hmmm ... sepertinya tidak lama lagi bakal mulai berebut kamera nih ... hehehehee. Setidaknya aku bakal punya asisten pribadi buat ambil pose-pose narsis ... whuahahahahaaa. Perjalanan di KRB diakhiri dengan beberapa sesi jepretan di koleksi pandan-pandanan, koleksi ragam rumpun hijau bambu yang besar-besar serta jembatan gantung merah yang sudah menjadi ikonnya KRB. Nah dibeberapa lokasi ini, foto lebih sering diambil oleh sang asisten pribadi, selanjutnya sudah terjadi perubahan statusku dari fotografer menjadi model. Mungkin sudah waktunya bersiap-siap untuk beralih profesi menjadi model ... hahaaa. Hampir jam satu siang kita keluar meninggalkan KRB dan meluncur ke arah Bogor Trade Mall untuk mencari sesuap nasi pengganjal perut yang sudah mulai keroncongan. Yang pasti jalan-jalan sabtu pagi cukup membuat semua bergembira dan senang .... Tiga Mei ' 08, Bogor Liputan foto di http://hiskandar.multiply.com/photos/album/30/Sebys_capture_KRB
Lembut aroma segar pepohonan dan tanah yang masih basah oleh embun pagi, kadang menggelitik dan sering menggodaku untuk bermain dengan mereka, walau hanya sesaat. Dulu, ketika masih berkantor di CIFOR sering aku menggunakan jalur yang relatif aneh ketika berangkat ke kantor dengan bersepeda - Bike to Work, ya kegiatan yang hampir rutin kulakukan setidaknya 3 kali seminggu. Memang jarak rumah ke kantor yang relatif dekat jika menggunakan jalan route sehari-hari kendaraan, kurang dari 7 km, sedikit memanjakan kaki menggowes memang tapi harus rela bergumul dengan para penguasa lain jalanan, siapa lagi kalau bukan para supir angkot bogor "si hejo" yang terkenal itu tentunya !! - # - Beberapa kali mencoba menyusuri trek alternatif pas weekend - dengan bonus sedikit nyasar dan ngga bosen bertanya, akhirnya kutemukan route sepedaan ke kantor yang lebih bersahabat dengan paru-paru dan jantungku, karena ngga perlu lagi mengeluarkan sumpah serapah di jalanan. Sebut saja trek Go Green (inisial, bukan nama sebenarnya .. hehehee) kucoba untuk menjadi trek rutin pagi hari gowes b2w ke kantor. Ada 2 pilihan trek, pendek dan panjang ... yang sedikit berbeda, tergantung waktu yang available buat gowes pagi. Keduanya tidak kurang menarik untuk dicoba ... segar dan hijaunya pemandangan sawah, gemericik air di pematang sawah dan saluran irigasi, menyeberangi jembatan kecil dengan gemuruh air sungai dibawah, kicau merdu suara burung dan erangan (bener ngga' sih) si kodok bangkong yang malu-malu bersembunyi .... membuat suasana hati semakin semarak dan bersemangat berangkat ke kantor, untuk bersepeda tentunya ... :-) - # - Diawali dengan menyusuri jalan kampung berbatu di belakang kompleks rumah, tembus di kawasan pagentongan yang beraspal hotmix ... masih relatif sepi dan segar, jauh berbeda dgn jalan gunung batu yang selalu padat merayap setiap pagi. Sedikit variasi tanjakan dan turunan menuju komplek KPP IPB Sindang Barang 1 dan Good Year cukup membuat napas sedikit lebih cepat. Butir-butir peluh mulai berjatuhan, bercucuran membasahi kaos yang selalu kupakai gowes pagi itu. Menjelang simpang kompleks Good Year, ada dua pilihan menyeberangi sungai Ciomas, jalur kompleks atau luar kompleks ... aspal lepas datar atau tanah berbatu dengan sajian turunan asoy geboy di pinggir sungai. Beres lewat salah satu dari kedua tantangan tersebut, kita masuk ke dalam komplek perumahan di Pagelaran. Kira-kira setelah 500 meter menyusuri jalan Laladon, masuk ke jalur pematang sawah disamping sekolah, tikungan selepas komplek matahari persada. Menyusuri saluran irigasi, kolam-kolam ikan dan pemancingan membuatku merasa lebih segar. Trek selanjutnya juga tidak kalah menariknya, menyusuri pematang sawah yang licin dan jalan kampung berbatu yang selalu becek oleh limpahan dari saluran air di pinggir pematang sawah. Tak jarang beberapa teman yang kuajak mencoba terpeleset disini, entah karena memang licin atau saking terpesona melihat keindahan Gunung Salak. Memang disini lokasi yang paling enak untuk menikmati lekuk dan keindahannya ... dengan pemandangan masjid dan pesantren diantara hamparan karpet padi di sawah yang begitu elok menguning. - # - Menyusuri perlahan pematang sawah di belakang Terminal Laladon, aku masuk ke kompleks KPP IPB Sindang Barang 2, tepatnya di jalan Uranus. Setelah melewati jalan Icarus ketemu dengan lapangan volley, lanjut gowes sampai ketemu pintu belakang kompleks yang akan tembus persis di gapura samping kantor Meteorologi Darmaga. Jangan lupa tengok kanan dan kiri sebelum menyeberang di jalan raya darmaga, untuk masuk ke kawasan jalan Batu Hulung dengan baliho Sekolah plus BBS yang besar terpampang. Kembali trek hotmix hangat tersaji dengan pemandangan persawahan hampir disepanjang kanan dan kiri jalan. Sedih juga terakhir lewat minggu kemarin, sudah ada bakal perumahan baru yang dulunya masih berupa sawah dan tegalan. Padahal lokasi tersebut dekat dengan saluran irigasi yang masih aktif, aku tidak tahu atau ngga' mau tahu kenapa itu bisa terjadi !!. Ketahanan pangan .. mungkin hanya sekedar menjadi jargon saja ... hmmmm *jadi bingung*. - # - Sampai di kawasan Batu Hulung ini, trek terbagi menjadi beberapa pilihan alternatif: belok kanan dan langsung ke CIFOR lewat jalan perkampungan dan muncul di setu gede (kawasan hutan penelitian Darmaga) atau belok kiri mengikuti aspal homtix lewat kampus IPB Darmaga untuk sekedar menikmati sajian berbagai varian tanjakan di seputaran kampung Balumbang Jaya sebelum akhirnya menepi di pintu masuk belakang kampus. Tak jauh dari pintu kampus IPB bisa lanjut gowes ke setu gede (bisa langsung atau mampir sebentar ke setu burung dan lewat kampung jawa). Tergantung waktu dan mood tentunya, yang pastinya semakin panjang .... akan lebih nikmat bukan ?? Bogor, akhir April ' 08
|  | iseng habis gowes light XC pagi-pagi ke bendungan ciapus ... pulang masih banyak sisa tenaga yg belum tersalurkan, cari-cari trek yg belum dicoba !! akhirnya krn penasaran sama trek PAM (Perusahaan Air Minum) ... jalur pipa PAM Jakarta dari Ciburial Bogor yang sudah ada sejak 1922, utk info lengkap klik http://bagja2000.multiply.com/photos/album/39/Kunjungan_Kenangan_ke_Sumber_Air_Minum_Ciburial
trek ini tergolong lumayan, selain deket - karena ditengah kota juga variasi jalan dan "turunan" yang asyik-asyik ... selain pemandangan sepanjang Sungai Cisadane yg membelah Gunung Batu dan kawasan dr. Semeru yang deket banget sama "butik"-nya Weimin, kotak orange kecil di peta .... :)
Untuk trek komplek BPP n' Selakopi ke Ciburial segera menyusul, masih dalam tahap editing n' processing di meja redaksi ... :) *eh sudah di-upload, lupa diperbaharui text-nya*
silahkan dicoba ... tingkat kesulitan ringan - sedang
Bogor, April 19 '08 |
|  | Kamis 17 April kemarin, jadwal outbond diadakan di TK-IT Aliya, tempat Seby - si kecil anakku, bersekolah. Mendengar kata "outbond" tentu saja membuat dia dan teman-temannya sangat bersemangat... sedikit tak terkendali tentunya ...
Seby .. seperti biasa, dari semalam sudah heboh dan tidak bisa tidur awal ... sudah membayangkan dan bercerita apa yg bakal dilakukan bersama teman-temannya besok, persis seperti cerita dari Ibu Supi dan Anna tadi pagi disekolah ...
Penuh keceriaan... riang n' gembira... serta aroma lumpur tentu saja mewarnai kegiatan outbond ini, selengkapnya .....
Bogor - April '08 |
|  | Sabtu, 5 April ... malam minggu berselimut hujan, hampir jam 10 malam ketika ada sms masuk dari om Yunus TSCC "om, Tamansari dan Parung diguyur hujan deras ... sepertinya trek sawit besok tidak gowesable" ... hiks, rencana untuk gowes di kebun sawit terpaksa diundur sd waktu yg belum ditentukan. Kontak kang Bagja yg sdh janjian buat gowes besok ... bikin rencana untuk tetep hajatan gowes "uenak" minggu pagi ....
Ceritanya, bikin on-site decission ... beres ngumpul n' ketemuan jam 7:00 pagi ... diputuskan untuk coba trek XC disekitaran Ciburial - menyusuri jalur inspeksi pipa PDAM, Bendungan Ciapus ... dan Kampung Budaya Sindangbarang ... tentunya sekalian hunting foto !! Dua kesenangan yang digabung ... ibarat minum ice juice (jadul banget yah !!) siang terik .. mantab dan menyenangkan. Berikut laporan dalam gambar ... |
Jam 3:15 sore ketika aku meluncur pulang dari seputaran Wahidin Jakarta, Nenk - istriku -telepon kasih kabar kalau mau nonton perayaan Cap Go Meh di Suryakencana (Bogor) sama Seby yang keukeuh pengen lihat Barongsai dan Liong ... padahal sudah diwanti-wanti untuk diusahakan ngga' usah nonton paginya...*kebayang macet 'n berdesakan*. Sedikit terpaksa akhirnya agenda pun berubah ..setelah stress menikmati jalan di jakarta yang "cenderung lancar - padat merayap" di senen.. sebelum akhirnya masuk ke jalan tol dan menyempatkan makan siang *sore tepatnya* sebentar di rest area TMII (kangen sama gorengan 'n kopi tubruknya). Sedikit kaget juga menemukan kenyataan kalau sekarang tempe mendoan seharga 2,000 perak per potong dengan ukuran yang hampir sepertiga jaman dulu ketika kedelai masih terjangkau .... *hiks..hiks* Hampir pukul 4:30 ketika aku sampai di depan Vihara Dhanagun di daerah Suryakencana... setelah parkir mobil di KFC Pajajaran dan sedikit berolah raga sore tentunya. Ratusan *ribuan mungkin* orang sudah memadati area di sekitar vihara dan sepanjang jalan suryakencana di sore yang agak mendung. Baru kali ini aku melihat *kasus di bogor* orang-orang begitu antusias dan rela untuk berjubel-jubel, berdesak-desakan, cape berdiri ... dan kemungkinan resiko kecopetan untuk menonton carnaval Cap Go Meh. Asyik juga ternyata menikmati "sedikit" hal yang tidak biasa... banyak moment yang terekam dalam si imoet M873 yang selalu kubawa... *sedikit lupa kudu nyariin bini 'ma anak, hehehee* Hampir satu setengah jam aku menikmati hampir semua rangkaian acara yang disajikan - hanya disekitar viahara - karena pawai carnaval masih terus berlangsung sepanjang jalan Suryakencana dan akan kembali ke vihara sekitar pukul 8:00 malam. Berhubung si kecil Seby sudah mulia kecape'an dan kelaparan... akhirnya kita memutuskan untuk pulang setalah menikmati minuman hangat dan camilan di Dunkin' Donuts deket vihara. Jalan kaki diantara kerumunan orang di malam hari lumayan membuat cape' dan berkeringat. Lumayan .... hampir satu kilometer kita jalan kaki untuk sampai di KFC Pajajaran. Sebelum pamit dari parkiran... mampir dulu beli Chaki KFC buat Seby dan beberapa potong ayam goreng plus sup buat lauk dinner ..... cape' deeeeh. Gunung Batu, 22 February 2008 disini liputan gambarnya http://hiskandar.multiply.com/photos/album/12
|  | awal Januari 2008 ....
Niatnya awalnya buat mengembalikan stamina yang dah drop... secara udah pindah tempat gawe dan agak jarang nyepeda... persiapan ambil semester pendek di 1PDN. Rute yang diambil berseberangan dengan Sukamantri - lewat jalur dalem - yang lebih adem, non angkot dan djalan nanjak asphalt ... sangat pas untuk olah kanuragan :) iseng2 gowes sendirian, eeh ketemu jalur nanjak ke Pure Parahyangan Agung, di kaki Gunung Salak... lumayan buat nambah variasi "turunan" non-asphalt.
Sekedar alternatif pilihan route untuk menuju Sukamantri dan Rebing .... |
| |