haris' posts with tag: fotografi
|  | Sabtu, 5 April ... malam minggu berselimut hujan, hampir jam 10 malam ketika ada sms masuk dari om Yunus TSCC "om, Tamansari dan Parung diguyur hujan deras ... sepertinya trek sawit besok tidak gowesable" ... hiks, rencana untuk gowes di kebun sawit terpaksa diundur sd waktu yg belum ditentukan. Kontak kang Bagja yg sdh janjian buat gowes besok ... bikin rencana untuk tetep hajatan gowes "uenak" minggu pagi ....
Ceritanya, bikin on-site decission ... beres ngumpul n' ketemuan jam 7:00 pagi ... diputuskan untuk coba trek XC disekitaran Ciburial - menyusuri jalur inspeksi pipa PDAM, Bendungan Ciapus ... dan Kampung Budaya Sindangbarang ... tentunya sekalian hunting foto !! Dua kesenangan yang digabung ... ibarat minum ice juice (jadul banget yah !!) siang terik .. mantab dan menyenangkan. Berikut laporan dalam gambar ... |
Tidak terlalu banyak yang bisa diceritakan selama kegiatan "mertapa" di mBun, kata lain kota Pangkalan Bun - secara banyak Jawanese yg mengadu nasib disana. Atau mungkin aku yang sedikit kurang peka terhadap penggalan peristiwa.. lompatan kejadian.. canda dan tawa.. kilatan-kilatan cahaya pergerakan atom-atom molekul inti *halah* .... yang mungkin terlalu cepat utk aku serap ... atau mungkin, emang ngga' ada aja .... *ngarep* Hampir sebagian hari, dimulai dari aktivitas berangkat pagi banget - yg ditandai dgn munculnya sinar matahari... lha iya lah, nenek-nenek tua juga tau - dengan persiapan plus re-setting perlengkapan.. dan check pesawat.. dan terbang - atau menunggu agar sang awan berkenan untuk sedikit memberikan harapan.. dan seterusnya.. dan selanjutnya. Semua rutinitas, semua sudah ada check-list SOP harus dijalani.... dan kunikmati setiap penggal kata dan paragraph *halah, koq jadi kaya' puisi* ... dan, semua berakhir hampir sama setiap harinya ... kalau ngga' emang sudah sore atau hujan tanpa harap cerah kembali ... hehehee. Sampai-sampai ada jargon, kerja harus berkejaran dengan awan ... yang juga tidak kalah gesitnya dengan kita, kapanpun dan dimanapun bisa muncul menggerombol ... sangat elok dan indah terselip diantara birunya langit Khatulistiwa Bumi Kalimantan ... eeiiiit tapi itu untuk foto landscape, ngga' buwat gua baget ... secara kudu vertical dan bebas awan *ngarep, kapan ada obat penghilang awan* walhasil.. sampai-sampai pilot kita nyeletuk iseng .... " Mas, emang ntar ngga bisa apa'an kalau dah beres foto, awannya terus dihapus ? " ....whaaaat !!! Beruntung aku dapet tim yang emang bisa diajak kerjasama dan .... diajak gelo alias ngebanyol bin bodor, easy going, dan makan tentu saja... sebagai obat penghibur paling mujarab saat kita jauh dari teman, keluarga, dan internet *teuteb*. Kalau sedang diberi jalan, beberapa kali take-off kita jabanin untuk mengejar target foto ... ada saatnya memang kita harus bermain cantik, ibarat kata bijak ... mengejar si mas matahari sembari sedikit berakrobat tuk menelikung sang awan, yang kadang sedikit terlambat buat muncul. Namun tak jarang, pemilihan pemain belakang kang awan yang sangat ketat dan berlapis ... sehingga sangat sulit untuk ditembus, bahkan sampai 6 kali... tetep kering *eeeh koq malah jadi iklan pempers* Singkat cerita ... dalam waktu seminggu..kerjaan di mBun Alhamdulillah dah bisa kelar, waktunya untuk mencoba prosedur GELO ... alias GEser LOkasi ke Sampit - kota manis 'n imut yang berjarak hanya sepelemparan biji sawit dari mBun. Barang di packed.. baju dan sarung dilipat.. bill hotel dibayar.. sewa mobil dilunasin.. dan bon di kedai makan tak lupa ditutup.. pamitan sama tetangga kanan-kiri.. sama tukang ojek temen ngobrol samping kedai.. pamitan sama orang bandara.. terakhir sama orang tower ATC ... "Selamat jalan Pak, sampai ketemu kembali ... jangan lupa untuk pindah frekuensi radio ke Sampit" .... *teuteb* - - - - ^ ^ - - - - mBun - Maret 2008
Selasa pagi, bere sarapan dan minum kopi hitam - yg sedikit manis lengkap dengan rokok, seperti biasa ... kita memulai awal rencana perjalanan panjang yang bakal dilewati hari ini, Ferry Flight trip ke Pangkalan Bun. Pukul delapan kurang dikit kita sudah meluncur dari Hotel Rajawali ke Lanud Palembang. Beres masukin segala barang bawaan dan fuel cadangan ke dalam pesawat, check fuel di tangki, dan ngangetin mesin Continental si Cece ... kita take-off pukul sembilan tepat dengan kondisi cuaca cerah dan langit sedikit berawan tebal. Rute PBB - Tanpa Pangkalan Bun, alias Rute perjalanan dari Palembang via Bangka dan Belitong, transit di Tanjung Pandan langsung tancap ke Pangkalan Bun ... terasa sangat lama, dgn ketinggian terbang 5,000 feet 'n cruising speed 120 knot .. pesawat melaju tenang membelah langit menuju batas pantai Sumatera, menyeberang laut, melawan kerasnya angin selat, menyusuri bukit-bukit, perkebunan sawit, bekas-bekas galian tambang timah yang membentuk kolam-kolam raksasa ... perlahan menuju Belitong, Bandara HAS. Hanandjoeddin - Tanjung Pandan. Satu setengah jam terbang (sambil duduk terpekur), sampai juga akhirnya di Tanjung Pandan ... fuuiiih, istirahat sebentar sambil nunggu re-fuel beres. Agak sedikit menyusahkan memang ... diiringi hujan gerimis - kudu ngisi avigas ke pesawat ... dan payung pelangi berkembang, sedikit menghiasi kelamnya siang itu .. hehee.  Satu botol minuman Pocari Sweet dan sebatang rokok selesai kunikmati, tepat hampir setengah jam sudah ... pesawat kembali meluncur di runway, bersiap terbang kembali menuju final destination ... Pangkalan Bun. Perjalanan sesi kedua terasa lebih lama ... dan lebih seru tentunya !!! Hamparan birunya laut Selat Karimata, setia menemani perjalanan kami ... diselingi oleh beberapa serpihan lembut awan-awan putih. Kenyamanan itu tidak bertahan lama ... awan putih mulai berkolusi, berkumpul, dan perlahan berubah menjadi awan tebal kelabu. Kali ini, hujan dan awan gelap kali ini menjadi teman kami ... setelah hampir tiga puluh menit terbang muluuus. Jam baru saja menunjukkan pukul 11.30, suara percikan air hujan ke badan pesawat terdengar semakin kencang ... dan pegangan tanganku pun, semakin kencang pula. Tidak terlihat apa-apa, di depan, di belakang, bahkan di bawah ... semuanya kelabu .. gelap. Jarak pandangan sangat terbatas, mungkin kurang dari 50 meter ... untung GPS di pesawat masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dan untungya !! ... mas Kun, sang pilot masih terlihat santai - dengan sesekali asap putih mengepul keluar. Wah, kalau masih bisa ngudud berarti Insya Allah aman ... begitu pikirku. Hampir satu jam berlalu ... ketika kita "terpaksa" masuk ke daerah Kantung Hujan, terasa pesawat meliuk-liuk seakan menari mengikuti irama tabuhan hujan yang semakin cepat dan bergetar ... perutku pun tak terasa ingin ikut pula berdendang. Gawaat nih, buru-buru ambil permen karet mint dan ... pinjam sebatang rokok untuk menghilangkan perasaan itu ... *wuuiiiih*. Jam menunjukkan pukul 12.40, alhamdulillah ... langit kembali tenang dan bersahabat, matahari terlihat sedikit bersinar dibalik rimbunan awan. Lima belas menit kemudian, terlihat samar-samar Kumai, kota pelabuhan kapal, dan Pangkalan Bun dari jauh tertutup rapat oleh awan kelabu. Laporan dari tower ATC (Air Traffic Controller) yang diterima, mengingatkan adanya cross wind - angin kencang yang sering ngeganggu pendaratan, di sekitar bandara yang cukup perlu perhatian ekstra. Setelah berputar untuk mengurangi ketinggian terbang sambil melihat kondisi runway ... pesawat perlahan bersiap mendarat. Beneran ... pas hampir touch-down, pesawat sempet goyang dombret ngga' karuan dan susah dikontrol, gara-gara kena imbas si cross wind. Alhamdulillah, berkat jam terbang dan pengalaman mas Kun ... walau sedikit bergoyang, pesawat bisa mendarat dengan selamat dan sukses sampai apron buat parkir. Begitu mesin dimatikan, pintu-pintu dibuka, dan barang bawaan hendak diturunkan ... sambutan datang, angin dan hujan deras !!! Beres hujan reda, kita bawa beberapa barang bawaan yang memang kudu turun ... lanjut meluncur ke Hotel Tiara yang bakal menjadi base operasional kita.Sebuah pengalaman berharga yang seru dan menegangkan, seneng dan cape' ... campur aduk menjadi satu. Dan perhitungan hari pun berjalan ..... - - - - ^ ^ - - - - Pangkalan Bun - 4 Maret 2008
|  | Persiapan untuk kerjaan kantor ... secara kudu ikutan nengok pesawat yang bakal dipake di Kalteng yang lagi indekost di Lanud Palembang.
Sedikit jepretan iseng untuk mengusir kejenuhan di area Bandara Sultan Badaruddin II dan sekitarnya ... selalu diliputi awan mendung yang senantiasa bersahabat dengan teriknya matahari ... sangat kontras dan bikin warna kulit cepat berubah ...
Palembang, 3 March 2008 |
Link: http://www.fotografer.netSitus fotografer.net ini dibuat untuk mewadahi pecinta dunia fotografi, membuat ajang interaksi, dan mengasah ketajaman apresiasi hasil karya fotografi. Tujuan utama situs Fotografer.net adalah memberi kesempatan kepada fotografer untuk memajang hasil karyanya, untuk dievaluasi dan dikomentari oleh fotografer lain. Pada akhirnya evaluasi dan komentar tersebut diharapkan bisa membantu para fotografer untuk mengasah kemampuan memotret melalui kritik-kritik membangun. Fotografer.net adalah situs netral dan terbuka. Siapa saja bisa bergabung, bisa memajang foto dan bisa mengkritik sekaligus dikritik.
Setelah vakum beberapa tahun di portal fotografer.net (http://www.fotografer.net), akhirnya malam... eh dini hari - dengan s'gala pengorbanan dan cucuran air mata *alesan, padahal teler karena begadang 'n ngantuk* dah bisa tembus ke level 1001 *berarti bisa kasih nilai minus, hehehee* Sekilas mengenai F-net, singkatan kweren-nya - bisa dilongok di portalnya aja, sama koq kaya' link diatas. Sekalian buwat lihat-lihat photo-photo yang dah di-upload dengan berbagai tema, plus teknik 'n detail spec. photo - bisa buat nambah wawasan *ceunah* ... tapi teteb kudu learning by doing laaah !! .... banyak nyoba.. banyak share.. banyak dicela.. banyak ilmu .... kira-kira begitu filosofinya .... he he he hee ... Kalau waktu kecil pada suka ngintip.. trus suka keluyuran, suka kulineran, suka sepedahan, suka apa aja ... yuuk ambil kamera, hunting *ngarep*.... Ini link buwat yg mau nengokin: http://www.fotografer.net/isi/personal/index.php?id=57369 Bogor, February 27 [01:40 AM]
| |