Sabtu pagi 3 Mei kemaren, si kecil seby terbangun agak kesiangan sambil buru-buru nyamperin jam dan melotot ngeliatin angka-angka yang terpampang, "yaa ... sudah jam kosong tujuh tiga enam Pa ... kita jadi ngga' jalan-jalan ke Kebun Raya buat foto-foto ?", tanyanya sedikit merengek sambil memegang tanganku yang sedang asyik baca KOMPAS yang lumayan tebel kalau pas sabtu. Semalam memang dia sudah janji untuk bangun pagi-pagi, "besok jam kosong enam kosong kosong seby sudah siap deh Pa" katanya sangat meyakinkan. Memang jam di rumah pakai yang digital, supaya seby juga bisa belajar baca angkanya. Sedikit muram sambil berpura-pura berpikir untuk memutuskan, padahal dalam hati aku ketawa melihat tingkah dia - seorang negosiator handal, kuiyakan permintaannya dengan syarat "ya sudah, sekarang cepetan mandinya dan terus sarapan dulu biar ntar kuat jalannya", kataku sedikit datar ... jaim tentunya. Terlihat secepat kilat dia ngaciiir ... ke kamar mandi dengan teriakan khasnya sambil lompat "chiiiihuuuiiiiii ... ".
Hampir jam sembilan pagi, ketika kami masuk ke gerbang utama Kebun Raya Bogor (KRB) di ujung Jalan Suryakencana ... setelah menukar 3 tiket masuk dan 1 tiket untuk mobil dengan satu lembaran biru limapuluh ribuan ... eh masih dapat kembalian lima ribu rupiah. Setelah kuparkir di tempat yang sejuk di pinggiran danau (atau kolam tepatnya) di belakang istana bogor, kamera dan tripod kukeluarkan. Selesai beberapa jepretan di pinggir kolam dengan model seby dan istriku, kita bertiga berjalan mencari lokasi yang mendekati istana bogor. Sesekali seby merajuk minta untuk pinjam kamera "untuk ambil foto yang lucu Pa ...", katanya. Terlihat kurang seimbang pastinya, seby dengan tangannya yang mungil memegang kamera D50 plus lensa 70-300 yg sudah terpasang. Tapi sepintas kuamati dia begitu enjoy dan menikmatinya, tentunya setelah aku berikan sedikit info ttg cara memegang kamera dan menggunakannya as simple as possible dengan setting'an yang sudah aku test sebelumnya. Dengan bangga dia memamerkan beberapa hasil jepretannya, "bagus ngga' Pa foto-fotonya seby ...", celotehnya bangga. Hmmm, hasilnya tidak bisa dikatakan jelek ... pemilihan objek dan kualitas focus-nya cukup bagus untuk ukuran tangan sekecil itu.
Tepat di monumen pendirian KRB samping istana bogor, aku buka kantong tempat tripod, karena ingin foto bertiga. Ternyata bagian untuk dudukan kamera di tripod retak dan sedikit pecah, mungkin pada waktu aku masukkan ke kopor saat trip kantor beberapa saat yang lalu kurang pas packingnya. Rencana foto bareng pun gagal dan berujung untuk foto narsis masing-masing. Seby, entah karena lagi seneng atau emang lagi seneng banget, menawarkan diri untuk memoto kita berdua. "Ayoo dong Ma ... Pa bergaya, siap ya ... satu .. dua ... tiga !!! " serunya, dan kita berdua'pun bergaya dalam beberapa jepretan. Ada celetukan iseng dari mas-mas yang juga lagi foto disitu sama keluarganya, tapi pake kamera poket ... "waah, kameranya gede banget ... punya om aja kalah, bisa ngga' nih motonya ..?", sempet sebentar tersipu malu, seby tetep lanjut juga buat motoin kita berdua. Dan ... keasyikan memegang kamera, mengintip objek, dan mulai menekan shutter ... sudah mulai merasuki alam pikirannya. Beberapa kali setelahnya dia sudah sering mulai memilih untuk yang ambil foto dari pada dipaksa buat jadi modelnya, "biar nanti seby bisa jadi grafer juga Pa .. kan asyiiik ...", hmmm ... sepertinya tidak lama lagi bakal mulai berebut kamera nih ... hehehehee. Setidaknya aku bakal punya asisten pribadi buat ambil pose-pose narsis ... whuahahahahaaa.
Perjalanan di KRB diakhiri dengan beberapa sesi jepretan di koleksi pandan-pandanan, koleksi ragam rumpun hijau bambu yang besar-besar serta jembatan gantung merah yang sudah menjadi ikonnya KRB. Nah dibeberapa lokasi ini, foto lebih sering diambil oleh sang asisten pribadi, selanjutnya sudah terjadi perubahan statusku dari fotografer menjadi model. Mungkin sudah waktunya bersiap-siap untuk beralih profesi menjadi model ... hahaaa. Hampir jam satu siang kita keluar meninggalkan KRB dan meluncur ke arah Bogor Trade Mall untuk mencari sesuap nasi pengganjal perut yang sudah mulai keroncongan. Yang pasti jalan-jalan sabtu pagi cukup membuat semua bergembira dan senang ....
Tiga Mei ' 08, Bogor
Liputan foto di http://hiskandar.multiply.com/photos/album/30/Sebys_capture_KRB