haris' posts with tag: kulineran

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kulineran
Photo AlbumCisadane n' setu gede (20 photos)May 1, '08 2:43 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sedikit dokumentasi gowes mayday pagi hari, perjalanan mencicipi another side of trek Cisadane. Penasaran berbagai gossip yang beredar, menuntunku untuk menemukan dan mencoba jembatan lama yang menghubungkan sindang barang jero, setu gede dengan semplak, yasmin ... a bike adventure and kulinary.

Mayday '08, Bogor

tulisan dan narasi photo silahkan klik di: http://hiskandar.multiply.com/journal/item/18/Cisadane_potret_usang_jembatan_lama

Photo AlbumCinta Bersemi di Sindangbarang (27 photos)Apr 26, '08 12:39 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Tanda-tanda cinta bakal bersemi sudah bermunculan sejak minggu kemarin. Ditambah pemanasan yang sudah sejak awal dilakukan oleh kang Bagja yg mulai menggoyang dgn celotehannya, "dikasih note Mas Bondan ... mak nyusss, kita bikin komunitas ITAPEKU aja (Ikatan Pencinta Sepeda Kuliner) wakwakakwak" isengnya keluar di lembaran PM kang Dhanis khusus untuk diskusi trek dan waktu kumpul.

SEPAKAT tercapai ... akhirnya diputuskan untuk coba trek PAM+ dan kumpul di gunung batu jam 6:30 pagi dgn peserta confirmed 4 orang (minus kang Okky). Bubaran jam kantoran hari jum'at, masing-masing kembali ke peraduan untuk bersiap besok pagi. Hampir pukul sembilan malam saat HP'ku berbunyi, sekilas tulisan kang Okky nampak di layar ... "mohon dimasukkan list untuk ikut merapat besok pagi gowes ITAPEKU", pesan beliau singkat dan padat ... sangat menyenangkan !! Nambah peserta lagi nih, ngga' tanggung-tanggung yg ikutan, jawara dari kampung sebelah ... hehehee.

Sabtu pagi, setelah alarm HP bunyi berkali-kali ... baru akhirnya kebangun, sambil kucek-kucek mata buat mlototin liat jam. Waaah ... untung masih jam 5 lewat 10 menit, berarti masih cukup banyak waktu untuk bersiap. Beres sholat, beresin perkakas dan nyiapin sepeda, lanjut order buatin kopi tubruk dan pisang goreng untuk sesajen pagi para penggowes ITAPEKU, secara mereka belum sadar seperti apa trek yg bakal dilewati, itung-itung asupan sedikit energi buat nandjak enak. Semua beres pas ada sms dari kang Bagja yang minta ijin tidak bisa gabung gowes karena harus ke rumah sakit. Tak berselang lama, kang Dhanis telepon nanyain ... "eeh, kamari teh di PM kita deal buat ketemuan kumpul dimana nya' .. pasir kuda apa gunung batu?" ... *gubraks*. Singkat cerita kang Dhanis dan om Edi akhirnya nongol di rumah, tak lama setelah kang Okky muncul. Salam-salaman dulu bentar sambil kenalan, secara baru ketemu darat (ngga' paka cipika-cipiki) ... sambil dilanjut mencicipi ramuan obat kuat plus pisang goreng haneut ... heheheee.

Akhirnya kita keluar dari kompleks hampir jam 7 pagi, jalanan sedikit agak ramai ... kita gowes santai menyusuri jalan raya menuju merdeka, sempet ngelirik bentar pas lewat pasar de Vriest (ada doclang sama bubur ayam yg mantab mangkal disitu) tapi malu lah kalau mau nongkrong sepagi begini, secara sepeda juga baru dikayuh sepelemparan batu. Lewat terminal angkot merdeka, berbelok ke kiri masuk Kota Paris dan menyusuri jalan Semboja dan Sungai Cidepit. Menjelang masuk gerbang Desa Sindang Sari, nampak tenda Soto Bening yang cukup terkenal disitu ... alhamdulillah masih tutup dan baru beberes meja, jadi ngga' susah buat kasih penjelasan ke kang Dhanis ... heheheee. Turunan paving block sepanjang jalan kampung menjadi ganti sarapan soto yg terlewat, sejuk dan cukup menyegarkan. Beberapa senyum mengembang masih nampak sebelum kita masuk trek jembatan (yg bakal disusul dgn trek tanjakan mak nyuuus), karena tantangan sebenarnya masih tertutup kabut kerimbunan bambu dan besi-besi jembatan. "Eduun, tu'ur (sunda: lutut) urang panas euy pas ditengah tadi" celetuk kang Dhanis sesampai di ujung atas turunan. Tak mau kalah, om Edi pun ikut nimbrung "Whoaalah, lha wong saya baru nanjak 2 meter ko' udah ngeden, ngadat ngga mau jalan sepedahnya... yo wis tak tuntun aja" ... hehehee. Lain ladang lain empang, kang Okky justru masih terlihat gagah diatas sepedanya, masih dengan senyum yg mengembang .. "mantab euy, ada juga turunan deket rumah yg seger begini". Sangat lengkap sekaleee bukan ?

Trek JPA (ide kang Dhanis, alias Jalur Pipa Aer) ini sangat bervariasi, mulai dari jalan semen, aspal, batu susun kering, batu susun basah, batu susun tertutup rumput kering dan rumput basah tentunya, tanah sawah, becek, sampai batu lepas ... dilewati dengan penuh semangat bari ngesang (sunda: berkeringat). Ditutup dgn trek aspal hotmix mulus yg sedikit mendongak, kita sampai di depan gerbang komplek PDAM Ciburial Bogor, foto-foto trus sambil briefing bentar untuk pilihan menu sarapan di pinggir bendungan Ciapus ... hehehee. Bener, strategi yg dipilih terbukti manjur ... kang Dhanis dgn penuh "semangat 45" melewati semua "turunan" berbatu dan semen tanpa keluh kesah ... dengan satu tujuan, dapetin tempe mendoan haneut secepatnya. Sampai tepi bendungan kita berebut pesen teh sama kopi panas buat temen ngudud, hanya om Edi yang langsung cari kursi dan rebahan "ngelurusin badan dulu bentar", celetuknya takut keduluan. Tak seperti biasa, kali ini ada menu doclang yang ditawarkan si teteh ... wah lumayan buat pengganti energi. Tak kalah dengan kang Dhanis, satu porsi doclang kuhabiskan - dengan tambahan 4 potong mendoan haneut tentunya.

Kenyang ... dan tenaga kembali full, siap untuk menaklukkan trek berbatu ke komplek KBS (Kampung Budaya Sindangbarang) yang cukup menguras tenaga dan skill gowes nanjak. Perlahan tapi pasti, tiap kelokan dan tanjakan dilewati dgn penuh rasa syukur :) ... udara yg bersih dgn pemandangan sawah yg hijau sedikit membantu menenangkan sesi menggowes. Sampai di KBS, dapat bonus turunan tangga batu ... lolos uji coba, bahkan kang Dhanis yang ngaku newbie sudah bak seorang pro diatas PATROL'nya ... selamat !!

Salut banget buat om Edi yang tidak patah semangat ... dan selalu di posisi terdepan kalau pas di tanjakan, "kapan-kapan coba lagi ah, enak treknya" sambung om Edi. Nah loo ... om Edi aja ngerasain enaaak, bagaimana dengan Anda ... MAU ?

Bogor, April 26 '08

Blog EntryCrispy Fried SeluangMar 23, '08 2:39 PM
for everyone

Hampir satu minggu aku menghabiskan waktu di Pangkalan Bun, antara bandara dan hotel ... yang memang sengaja dipilih yg letaknya di tengah kota, dan ... dekat ke tempat makan, tentunya. Hampir setiap hari, setelah beres acara gawean dan nongkrong dari bandara ... kegiatan yang paling dicari adalah ngopi ba'da mandi sore ... hmmm nikmatnya aroma kopi tubruk yg mengepul panas di warung kopi seberang hotel, bisa menghilangkan kepenatan seharian terpanggang matahari ....

Entah apa nama warung makan, kedai atau restoran, atau apalah disebut orang ... aku sendiri tidak melihat ada nama yang terpampang disitu. Yang pasti orang-orang sudah hapal kalau disitu tempat buat ngopi sama makan. Menu khas rumahan, yang pasti aku nikmati di warung itu adalah ikan seluang atau ikan lais goreng kering ... semacam ikan wader (baca: jawa) atau ikan benteur (baca: sunda), yang biasa hidup di sungai dan berukuran relatif kecil. Ditemani lalapan segar dan cocolan sambal terasi ... serta sepotong rendang *halah* atau semur ampela ayam, pastinya menggugah selera makan-ku, apalagi disajikan dengan nasi putih panas yg pulen.

Siapa tahu pas ada kesempatan buat berkunjung ke Pangkalan Bun ... silahkan dicoba menu yang ringan dan murah meriah ... dijamin ngga' mbosenin dan sehat. Lokasi kedai, persis di seberang Hotel Tiara, di Jalan P. Antasari. Masih ada satu menu khas yg belum sempet dicobain, katanya ikan betok (papuyu) bakar ... hmmm, jadi penasaran.

Pangkalan Bun, Maret 2008


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help