haris' posts with tag: pangkalan bun

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pangkalan bun
Blog EntryMengejar Matahari Menelikung AwanMar 24, '08 1:30 PM
for everyone

Tidak terlalu banyak yang bisa diceritakan selama kegiatan "mertapa" di mBun, kata lain kota Pangkalan Bun - secara banyak Jawanese yg mengadu nasib disana. Atau mungkin aku yang sedikit kurang peka terhadap penggalan peristiwa.. lompatan kejadian.. canda dan tawa.. kilatan-kilatan cahaya pergerakan atom-atom molekul inti *halah* .... yang mungkin terlalu cepat utk aku serap ... atau mungkin, emang ngga' ada aja .... *ngarep*

Hampir sebagian hari, dimulai dari aktivitas berangkat pagi banget - yg ditandai dgn munculnya sinar matahari... lha iya lah, nenek-nenek tua juga tau - dengan persiapan plus re-setting perlengkapan.. dan check pesawat.. dan terbang - atau menunggu agar sang awan berkenan untuk sedikit memberikan harapan.. dan seterusnya.. dan selanjutnya. Semua rutinitas, semua sudah ada check-list SOP harus dijalani.... dan kunikmati setiap penggal kata dan paragraph *halah, koq jadi kaya' puisi* ... dan, semua berakhir hampir sama setiap harinya ... kalau ngga' emang sudah sore atau hujan tanpa harap cerah kembali ... hehehee. Sampai-sampai ada jargon, kerja harus berkejaran dengan awan ... yang juga tidak kalah gesitnya dengan kita, kapanpun dan dimanapun bisa muncul menggerombol ... sangat elok dan indah terselip diantara birunya langit Khatulistiwa Bumi Kalimantan ... eeiiiit tapi itu untuk foto landscape, ngga' buwat gua baget ... secara kudu vertical dan bebas awan *ngarep, kapan ada obat penghilang awan* walhasil.. sampai-sampai pilot kita nyeletuk iseng .... " Mas, emang ntar ngga bisa apa'an kalau dah beres foto, awannya terus dihapus ? " ....whaaaat !!!

Beruntung aku dapet tim yang emang bisa diajak kerjasama dan .... diajak gelo alias ngebanyol bin bodor, easy going, dan makan tentu saja... sebagai obat penghibur paling mujarab saat kita jauh dari teman, keluarga, dan internet *teuteb*. Kalau sedang diberi jalan, beberapa kali take-off kita jabanin untuk mengejar target foto ... ada saatnya memang kita harus bermain cantik, ibarat kata bijak ... mengejar si mas matahari sembari sedikit berakrobat tuk menelikung sang awan, yang kadang sedikit terlambat buat muncul. Namun tak jarang, pemilihan pemain belakang kang awan yang sangat ketat dan berlapis ... sehingga sangat sulit untuk ditembus, bahkan sampai 6 kali... tetep kering *eeeh koq malah jadi iklan pempers*

Singkat cerita ... dalam waktu seminggu..kerjaan di mBun Alhamdulillah dah bisa kelar, waktunya untuk mencoba prosedur GELO ... alias GEser LOkasi ke Sampit - kota manis 'n imut yang berjarak hanya sepelemparan biji sawit dari mBun. Barang di packed.. baju dan sarung dilipat.. bill hotel dibayar.. sewa mobil dilunasin.. dan bon di kedai makan tak lupa ditutup.. pamitan sama tetangga kanan-kiri.. sama tukang ojek temen ngobrol samping kedai.. pamitan sama orang bandara.. terakhir sama orang tower ATC ... "Selamat jalan Pak, sampai ketemu kembali ... jangan lupa untuk pindah frekuensi radio ke Sampit" .... *teuteb*

- - - - ^ ^ - - - -

mBun - Maret 2008


Blog EntryCrispy Fried SeluangMar 23, '08 2:39 PM
for everyone

Hampir satu minggu aku menghabiskan waktu di Pangkalan Bun, antara bandara dan hotel ... yang memang sengaja dipilih yg letaknya di tengah kota, dan ... dekat ke tempat makan, tentunya. Hampir setiap hari, setelah beres acara gawean dan nongkrong dari bandara ... kegiatan yang paling dicari adalah ngopi ba'da mandi sore ... hmmm nikmatnya aroma kopi tubruk yg mengepul panas di warung kopi seberang hotel, bisa menghilangkan kepenatan seharian terpanggang matahari ....

Entah apa nama warung makan, kedai atau restoran, atau apalah disebut orang ... aku sendiri tidak melihat ada nama yang terpampang disitu. Yang pasti orang-orang sudah hapal kalau disitu tempat buat ngopi sama makan. Menu khas rumahan, yang pasti aku nikmati di warung itu adalah ikan seluang atau ikan lais goreng kering ... semacam ikan wader (baca: jawa) atau ikan benteur (baca: sunda), yang biasa hidup di sungai dan berukuran relatif kecil. Ditemani lalapan segar dan cocolan sambal terasi ... serta sepotong rendang *halah* atau semur ampela ayam, pastinya menggugah selera makan-ku, apalagi disajikan dengan nasi putih panas yg pulen.

Siapa tahu pas ada kesempatan buat berkunjung ke Pangkalan Bun ... silahkan dicoba menu yang ringan dan murah meriah ... dijamin ngga' mbosenin dan sehat. Lokasi kedai, persis di seberang Hotel Tiara, di Jalan P. Antasari. Masih ada satu menu khas yg belum sempet dicobain, katanya ikan betok (papuyu) bakar ... hmmm, jadi penasaran.

Pangkalan Bun, Maret 2008


Photo AlbumDenyut Sore Sungai Arut .... (24 photos)Mar 23, '08 1:08 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Melanjutkan versi pertama ...

Kali ini lebih menyajikan bagian sisi lain dari wajah tepian sungai di sore hari, dengan berbagai aktivitas kehidupan manusia di atasnya ....

Pangkalan Bun, Maret 2008

Blog EntryRute PBB - Tanpa Pangkalan BunMar 23, '08 2:42 AM
for everyone

Selasa pagi, bere sarapan dan minum kopi hitam - yg sedikit manis lengkap dengan rokok, seperti biasa ... kita memulai awal rencana perjalanan panjang yang bakal dilewati hari ini, Ferry Flight trip ke Pangkalan Bun. Pukul delapan kurang dikit kita sudah meluncur dari Hotel Rajawali ke Lanud Palembang. Beres masukin segala barang bawaan dan fuel cadangan ke dalam pesawat, check fuel di tangki, dan ngangetin mesin Continental si Cece ... kita take-off pukul sembilan tepat dengan kondisi cuaca cerah dan langit sedikit berawan tebal.

Rute PBB - Tanpa Pangkalan Bun, alias Rute perjalanan dari Palembang via Bangka dan Belitong, transit di Tanjung Pandan langsung tancap ke Pangkalan Bun ... terasa sangat lama, dgn ketinggian terbang 5,000 feet 'n cruising speed 120 knot .. pesawat melaju tenang membelah langit menuju batas pantai Sumatera, menyeberang laut, melawan kerasnya angin selat, menyusuri bukit-bukit, perkebunan sawit, bekas-bekas galian tambang timah yang membentuk kolam-kolam raksasa ... perlahan menuju Belitong, Bandara HAS. Hanandjoeddin - Tanjung Pandan. Satu setengah jam terbang (sambil duduk terpekur), sampai juga akhirnya di Tanjung Pandan ... fuuiiih, istirahat sebentar sambil nunggu re-fuel beres. Agak sedikit menyusahkan memang ... diiringi hujan gerimis - kudu ngisi avigas ke pesawat ... dan payung pelangi berkembang, sedikit menghiasi kelamnya siang itu .. hehee.

Satu botol minuman Pocari Sweet dan sebatang rokok selesai kunikmati, tepat hampir setengah jam sudah ... pesawat kembali meluncur di runway, bersiap terbang kembali menuju final destination ... Pangkalan Bun. Perjalanan sesi kedua terasa lebih lama ... dan lebih seru tentunya !!! Hamparan birunya laut Selat Karimata, setia menemani perjalanan kami ... diselingi oleh beberapa serpihan lembut awan-awan putih. Kenyamanan itu tidak bertahan lama ... awan putih mulai berkolusi, berkumpul, dan perlahan berubah menjadi awan tebal kelabu. Kali ini, hujan dan awan gelap kali ini menjadi teman kami ... setelah hampir tiga puluh menit terbang muluuus. Jam baru saja menunjukkan pukul 11.30, suara percikan air hujan ke badan pesawat terdengar semakin kencang ... dan pegangan tanganku pun, semakin kencang pula. Tidak terlihat apa-apa, di depan, di belakang, bahkan di bawah ... semuanya kelabu .. gelap. Jarak pandangan sangat terbatas, mungkin kurang dari 50 meter ... untung GPS di pesawat masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dan untungya !! ... mas Kun, sang pilot masih terlihat santai - dengan sesekali asap putih mengepul keluar. Wah, kalau masih bisa ngudud berarti Insya Allah aman ... begitu pikirku. Hampir satu jam berlalu ... ketika kita "terpaksa" masuk ke daerah Kantung Hujan, terasa pesawat meliuk-liuk seakan menari mengikuti irama tabuhan hujan yang semakin cepat dan bergetar ... perutku pun tak terasa ingin ikut pula berdendang. Gawaat nih, buru-buru ambil permen karet mint dan ... pinjam sebatang rokok untuk menghilangkan perasaan itu ... *wuuiiiih*.

Jam menunjukkan pukul 12.40, alhamdulillah ... langit kembali tenang dan bersahabat, matahari terlihat sedikit bersinar dibalik rimbunan awan. Lima belas menit kemudian, terlihat samar-samar Kumai, kota pelabuhan kapal, dan Pangkalan Bun dari jauh tertutup rapat oleh awan kelabu. Laporan dari tower ATC (Air Traffic Controller) yang diterima, mengingatkan adanya cross wind - angin kencang yang sering ngeganggu pendaratan, di sekitar bandara yang cukup perlu perhatian ekstra. Setelah berputar untuk mengurangi ketinggian terbang sambil melihat kondisi runway ... pesawat perlahan bersiap mendarat. Beneran ... pas hampir touch-down, pesawat sempet goyang dombret ngga' karuan dan susah dikontrol, gara-gara kena imbas si cross wind. Alhamdulillah, berkat jam terbang dan pengalaman mas Kun ... walau sedikit bergoyang, pesawat bisa mendarat dengan selamat dan sukses sampai apron buat parkir. Begitu mesin dimatikan, pintu-pintu dibuka, dan barang bawaan hendak diturunkan ... sambutan datang, angin dan hujan deras !!!

Beres hujan reda, kita bawa beberapa barang bawaan yang memang kudu turun ... lanjut meluncur ke Hotel Tiara yang bakal menjadi base operasional kita.Sebuah pengalaman berharga yang seru dan menegangkan, seneng dan cape' ... campur aduk menjadi satu.

Dan perhitungan hari pun berjalan .....

- - - - ^ ^ - - - -

Pangkalan Bun - 4 Maret 2008


Photo AlbumKeceriaan Anak Tepian Sungai Arut (14 photos)Mar 22, '08 9:59 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Menyusuri sore disepanjang Sungai Arut, kota Pangkalan Bun ...

Sempat dikira seorang wartawan terkenal yang lagi cari bahan berita, digodain mbak-mbak di warung kopi ... sampai ibu-ibu yang minta di-fotoin, sedikit memberikan kesenangan bagiku saat itu. Tanpa ada rencana dan diawali iseng menghabiskan waktu sore hari dengan berpakaian ala pemburu 'gambar' ... lengkap pake vest dan kamera berkaliber 70-300mm.

Gambaran kehidupan sore hari sangat beragam ditemui, dari ibu-ibu yang ngerumpi sambil memancing ikan buat lauk malam, antrian orang yang hendak ke MCK terapung, anak-anak yang bermain ... dan masih banyak lagi.

Kali ini seri keceriaan anak-anak tepian Sungai Arut menjadi edisi perdana.

Sungai Arut, Pangkalan Bun
Kalimantan Tengah, 2008

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help