haris' posts with tag: sepedaan
|  | Jam sudah hampir menunjukkan pukul setengah sembilan ketika kita, sebelas penggowes dari kota batu, meluncur perlahan meninggalkan komplek asrama badak putih menuju tujuan kita gowes pagi ini ... Tajur Halang trek Hutan Pinus !! .... 'sedikit' agak terlalu siang dari jadwal semula untuk start gowes mulai jam 07:30.
Jalur yang dipilih, secara mufakat ter'arah oleh kang Okky n' kang Hamid ... heheheee, disepakati melalui trek lembah dan sungai nan hijau, asri dan teduh - dengan latar belakang Gunung Salak yang tampak gagah menjulang di kejauhan ... trek ini memang sangat bervariasi dalam kondisi jalan dan tanjakan, namun yang pasti bebas polusi angkot dan pick-up yang memang sangat menggoda untuk dicicipi buat ke atas ... :)
Trek bersama rombongan kota batu kali ini memang bikin adem mata, hati dan pikiran dengan suguhan pemandangan sepanjang jalan ... tapi bikin panas tempurung kaki dan betis ... mantab untuk dicoba dan dirasakan !!
Thanks to kang Okky yang telah menggelar suguhan pisang bakar keju dan teh hangat di pagi hari serta pempek ala palembang aseli di waktu siang menjelang sore ... sebagai pelengkap kenikmatan ritual minggu ini ... punten saking kalaparan sampai lupa utk mengabadikan :))
Bogor, 25 Mei '08
liputan sisi lain klik ... http://okkylh.multiply.com/photos/album/31/ |
|  | Akhirnya, hari minggu 18 mei kemarin, terwujud keinginan untuk gowes bareng Kota Batu Cycling Club ... Thanks to kang Okky LH yg sudah menjadi promotor gowes kali ini.
Sedikit terlambat dari rencana keberangkatan, gowes dimulai hampir jam 8:00 waktu Kota Batu - - dimulai dengan menikmati menu pembuka trek jalan perkampungan Kabandungan sampai di dekat simpang Sukamantri. Lanjut gowes menyusuri jalan Ciapus sampai ke Tamansari, berbelok untuk menjajal trek batu berumput di samping Vihara Saddharma. Perjuangan masih berlanjut, tanjakan asphal masih harus dinikmati sampai lapangan bola sebelum jalur masuk Pura Jagatkartha. Berhenti untuk sekedar menikmati teh hangat manis di warung tepat di ujung jalan, bekal untuk menaklukkan tanjakan panjang yang menanti di depan ....
Bangunan menjulang megah Pura ternyata bukanlah tujuan akhir "puncak" gowes ... sedikit bonus nandjak pun masih diberikan oleh para punggawa KBCC - - untuk kenikmatan sejati bersepeda. Tepat dibawah tiga buah tower radio RAPI, menjadi puncak dari hajatan gowes siang itu. Berikutnya, hanya turunan gila dan trek yang menggoda memacu adrenalin ... mak seerrrr !!
another site liputan, bisa juga dilirik ke .... http://bagja2000.multiply.com/photos/album/55/ http://hiskandar.multiply.com/photos/album/11/ http://dhaniez.multiply.com/photos/album/22/
Bogor, 19 May '08 |
|  | Jangan mikirin yang ngga ngga' dulu lah yaw ... BBS 'ntu singkatan Bukit Bubut Sawit, trek wajib buat goweser TCC (Tamansari Cycling Club) dengan variasi trek yang sangat beragam dan menantang adrenalin ... dan napas tentunya !!
nge-gowes tanggal 10 Mei hari sabtu kemarin, janjian jam 6'an sama rombongan dari Ciomas dan Pasir Mas buat kumpul di Gunung Batu. Setelah beres pemanasan pake kopi .. lanjut gowes ke Tamansari sambil ketemuan sama kang Petrus Suryadi yang mau gabung ....
Total trip tercatat di cyclo sejauh 47.38 km .... whuuiiiih segitu plus nanjak yg banyak :)
silahkan dinikmati laporan (yg sangat telat) dalam gambar ...
Bogor, 13 Mei '08
Laporan dalam angka ... eh kata bisa ditengok ke om Yunus TCC, di http://myunuswb.multiply.com/journal/item/39/
kalau mau lihat tampang tampang keren gua bisa di'klik disini ... :)) http://okkylh.multiply.com/photos/album/25/ http://myunuswb.multiply.com/photos/album/35/ http://dhaniez.multiply.com/photos/album/16/ |
|  | Sedikit dokumentasi gowes mayday pagi hari, perjalanan mencicipi another side of trek Cisadane. Penasaran berbagai gossip yang beredar, menuntunku untuk menemukan dan mencoba jembatan lama yang menghubungkan sindang barang jero, setu gede dengan semplak, yasmin ... a bike adventure and kulinary.
Mayday '08, Bogor
tulisan dan narasi photo silahkan klik di: http://hiskandar.multiply.com/journal/item/18/Cisadane_potret_usang_jembatan_lama |
Setelah menikmati indahnya pemandangan Kali Cisadane di sejurusan Bantar Kambing dengan menggunakan getek atau eretan minggu kemarin. Pagi tadi gowes sendirian, karena emang niatnya "hanya" sekedar cari keringet, secara kemarin selasa badan lemes semua dan banyakan tidur. Niat awalnya mau gowes nemenin rombongan villa PM buat nengokin si babeh penarik eretan dan sedikit latihan olah vokal di beberapa trek turunan asyik geboiii di setu gede dan tepi cisadane. Rencana ternyata gagal, secara banyak para penggemar sepak bola yang agak kesiangan bangunnya ... heheheheee. - # - Trek Go-wes Green menjadi menu pembuka sarapanku, sampai di simpang kawasan Batu Hulung aku memilih trek pendek langsung menuju setu gede, karena memang badan belum 100% fit. Istirahat sebentar, minum dan foto-foto pemandangan setu gede pake pocket cam (sdh terlalu siang sayangnya) trus lanjut mampir ke kantor dulu yang kebetulan tidak terlalu jauh. Nyempetin mampir sebentar sambil ngobrol dengan security yang kebetulan kebagian piket pagi. Suasana masih sangat sepi, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul sembilan setidaknya ... aku intip dari jam dinding ruang security. Cukup beristirahat dengan menikmati suguhan kopi tubruk, aku niatkan untuk gowes balik ke rumah untuk istirahat sembari memutar lewat jalan belakang ...... - # - ..... hmmm, sepertinya ada sedikit ingatan nakal yang pernah kudengar kalau ada jembatan lama diatas sungai cisadane yang menghubungkan Sindang Barang Jero (SBJ) dengan Jalan Raya Semplak. Sekejap pikiranku berceloteh, "aah... ngga ada salahnya coba menelusuri trek ini, toh matahari masih hangat bersinar" bisiknya padaku... "lagian, masih terlalu pagi lah untuk pulang", imbuhnya lagi meyakinkanku. Sepeda kubelokkan kekiri, menyusuri jalan tanah yang berbatasan dengan pagar komplek kantor lamaku. Ban sepeda terasa lebih berat... tentunya dengan lumpur dan liat yang mulai menempel. Jalan tanah yang berbatu di perkampungan sudah berganti menemaniku sekarang, perlahan mulai nampak mengecil di kejauhan, "wah bakal mulai nih single treknya", pikirku sejenak kemudian. Melalui jalan kecil bersemen dan tanah yang berkelok-kelok di perkampungan, sampailah di ujung jalan ... di depanku terlihat turunan !! ... ya turunan semen yang lumayan curam dan nampak licin. Di ujung trek turunan semen kulihat beberapa kolam ikan ... dan segerombol pemuda yang duduk-duduk di saung dengan motor yg diparkir melintang di tengah trek. Jadilah urung kulakukan untuk mencicipi trek ini *ada alasan, hehehee*, selain karena memang setelah sedikit dicicipi dibagian ujung sudah dirasakan sedikit "hot" .... TTB sebentar sambil punten-punten dan tanya jalur yg bener untuk ke jembatan. Sedikit menyusuri jalanan berbatu yang tertata rapi (tapi justru bikin licin) di perkampungan, akhirnya kutemukan ujung jembatan yang terlihat membentang di depanku ... wuuiiiih senengnya !! - # - Belum lama kusandarkan sepeda di pohon dekat jembatan, muncul beberapa pemuda yang sedang berburu biawak di rerumpunan pepohonan dan semak sepanjang tepian sungai. Kulihat mereka sudah mendapatkan seekor biawak yang lumayan besar, beruntung aku bisa mendapatkan fotonya. Sayang mereka terburu-buru, jadi tidak sempat interogasi ... mungkin sedang mengejar biawak lainnya yang tadi sudah terlihat. Foto-foto sebentar di atas jembatan dan dari pinggir sungai. Dulunya ini adalah jembatan short-cut yang paling favorit ... sebelum jembatan jalan baru (semua jalan yg baru disebut seperti ini di bogor) yang menghubungkan Yasmin-Semplak dengan Sindang Barang-Bubulak dibangun pertengahan tahun 90'an. Pemandangan yang tersaji di lembah ini sangat menyegarkan pandangan mata, hamparan sawah dan kolam ikan bertebaran menghiasi kawasan ini. Pemandangan "sisi lain" kehidupan sungai cisadane juga sekilas terekam disini. Sayangnya perawatan jembatan sedikit kurang mendapat perhatian, tebing penahan pondasi jembatan terlihat sedikit longsor. Sedikit arus deras mungkin akan meruntuhkan jembatan... kalau tidak ada warga yang berswadaya untuk menahan dgn batu-batu sungai. Berbanggalah si bapak ... yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk mengumpulkan batu dan menumpuk di bawah pondasi jembatan untuk lebih menahan dari gerusan arus cisadane. - # - Single trek tanjakan selepas jembatan juga terlihat lumayan curam dgn permukaan agak licin dan sedikit berlumut dibagian pinggir. Sedikit terengah dan berusaha menerapkan teori "posisi badan sejajar palang sepeda" perlahan kulalui tanjakan asoiii... kusempatkan sebentar untuk berhenti di tengah trek yang agak datar. Selesai mengambil foto-foto untuk dokumentasi, aku lanjut untuk menyelesaikan tanjakan. Kelokan terakhir yang paling curam menurutku, aku hampir kehilangan traksi putaran ban depan... posisi badan coba lebih kubungkukkan untuk membantu. Gagal ... !! dan aku harus mengambil posisi aman untuk menurunkan kaki dan memulai ritual TTB ... hehehee. Sedikit kurang memperhatikan posisi mendarat ... ternyata pas di semen berlumut. Tak ayal ... bukannya posisi mendarat aman yang kuperoleh, kakiku terpeleset dan sempat tergelincir dengan posisi sepeda diatas badan. Untung tidak ada orang yang memperhatikan, begitu pikirku pertama setelah bisa menguasai kondisi. Setelah berdiri dan akan memulai ritual TTB ... baru terasa jari kelingking dan jari tengah tangan kiri robek ... mengucurkan darah. Sesampainya di ujung trek, untungnya ada warung untuk bebersih luka dan menutup luka secukupnya. Kulanjutkan gowes untuk menemukan jalan tembus ke jalan semplak. Tak lama menelusuri berbatu dan jalan aspal akhirnya aku keluar di Pangkalan Batu tak jauh dari perempatan Boulevard Yasmin. - # - Langsung gowes balik ke rumah aku urungkan sejenak, perut yang sudah agak ngegelitik minta jatah plus sedikit energi yang terbuang gara-gara pendarahan tadi menjadi alasan untuk mempir sejenak ... sekedar menikmati hangatnya Mie Ayam ceker, tepat di gerbang belakang yasmin semplak, samping pangkalan ojek. Selalu saja ada alasan memang untuk menikmatinya !! enak.. murah.. meriah.. dan mantab. Silahkan, mangga saja dicoba lah !! setelah cape' gowes pastinya akan terasa lebih nikmat ... karena hanya ada 2 pilihan untuk goweser untuk masalah satu ini "mau makan yang enak atau ueenak banget.. terserah metodenya" ... apalagi ditemani beberapa botol teh botol dingin ... whuuuiiih serasa lengkap hidup ini !!! Mayday '08, Bogor Foto liputan disini http://hiskandar.multiply.com/photos/album/29/Cisadane_n_setu_gede
Lembut aroma segar pepohonan dan tanah yang masih basah oleh embun pagi, kadang menggelitik dan sering menggodaku untuk bermain dengan mereka, walau hanya sesaat. Dulu, ketika masih berkantor di CIFOR sering aku menggunakan jalur yang relatif aneh ketika berangkat ke kantor dengan bersepeda - Bike to Work, ya kegiatan yang hampir rutin kulakukan setidaknya 3 kali seminggu. Memang jarak rumah ke kantor yang relatif dekat jika menggunakan jalan route sehari-hari kendaraan, kurang dari 7 km, sedikit memanjakan kaki menggowes memang tapi harus rela bergumul dengan para penguasa lain jalanan, siapa lagi kalau bukan para supir angkot bogor "si hejo" yang terkenal itu tentunya !! - # - Beberapa kali mencoba menyusuri trek alternatif pas weekend - dengan bonus sedikit nyasar dan ngga bosen bertanya, akhirnya kutemukan route sepedaan ke kantor yang lebih bersahabat dengan paru-paru dan jantungku, karena ngga perlu lagi mengeluarkan sumpah serapah di jalanan. Sebut saja trek Go Green (inisial, bukan nama sebenarnya .. hehehee) kucoba untuk menjadi trek rutin pagi hari gowes b2w ke kantor. Ada 2 pilihan trek, pendek dan panjang ... yang sedikit berbeda, tergantung waktu yang available buat gowes pagi. Keduanya tidak kurang menarik untuk dicoba ... segar dan hijaunya pemandangan sawah, gemericik air di pematang sawah dan saluran irigasi, menyeberangi jembatan kecil dengan gemuruh air sungai dibawah, kicau merdu suara burung dan erangan (bener ngga' sih) si kodok bangkong yang malu-malu bersembunyi .... membuat suasana hati semakin semarak dan bersemangat berangkat ke kantor, untuk bersepeda tentunya ... :-) - # - Diawali dengan menyusuri jalan kampung berbatu di belakang kompleks rumah, tembus di kawasan pagentongan yang beraspal hotmix ... masih relatif sepi dan segar, jauh berbeda dgn jalan gunung batu yang selalu padat merayap setiap pagi. Sedikit variasi tanjakan dan turunan menuju komplek KPP IPB Sindang Barang 1 dan Good Year cukup membuat napas sedikit lebih cepat. Butir-butir peluh mulai berjatuhan, bercucuran membasahi kaos yang selalu kupakai gowes pagi itu. Menjelang simpang kompleks Good Year, ada dua pilihan menyeberangi sungai Ciomas, jalur kompleks atau luar kompleks ... aspal lepas datar atau tanah berbatu dengan sajian turunan asoy geboy di pinggir sungai. Beres lewat salah satu dari kedua tantangan tersebut, kita masuk ke dalam komplek perumahan di Pagelaran. Kira-kira setelah 500 meter menyusuri jalan Laladon, masuk ke jalur pematang sawah disamping sekolah, tikungan selepas komplek matahari persada. Menyusuri saluran irigasi, kolam-kolam ikan dan pemancingan membuatku merasa lebih segar. Trek selanjutnya juga tidak kalah menariknya, menyusuri pematang sawah yang licin dan jalan kampung berbatu yang selalu becek oleh limpahan dari saluran air di pinggir pematang sawah. Tak jarang beberapa teman yang kuajak mencoba terpeleset disini, entah karena memang licin atau saking terpesona melihat keindahan Gunung Salak. Memang disini lokasi yang paling enak untuk menikmati lekuk dan keindahannya ... dengan pemandangan masjid dan pesantren diantara hamparan karpet padi di sawah yang begitu elok menguning. - # - Menyusuri perlahan pematang sawah di belakang Terminal Laladon, aku masuk ke kompleks KPP IPB Sindang Barang 2, tepatnya di jalan Uranus. Setelah melewati jalan Icarus ketemu dengan lapangan volley, lanjut gowes sampai ketemu pintu belakang kompleks yang akan tembus persis di gapura samping kantor Meteorologi Darmaga. Jangan lupa tengok kanan dan kiri sebelum menyeberang di jalan raya darmaga, untuk masuk ke kawasan jalan Batu Hulung dengan baliho Sekolah plus BBS yang besar terpampang. Kembali trek hotmix hangat tersaji dengan pemandangan persawahan hampir disepanjang kanan dan kiri jalan. Sedih juga terakhir lewat minggu kemarin, sudah ada bakal perumahan baru yang dulunya masih berupa sawah dan tegalan. Padahal lokasi tersebut dekat dengan saluran irigasi yang masih aktif, aku tidak tahu atau ngga' mau tahu kenapa itu bisa terjadi !!. Ketahanan pangan .. mungkin hanya sekedar menjadi jargon saja ... hmmmm *jadi bingung*. - # - Sampai di kawasan Batu Hulung ini, trek terbagi menjadi beberapa pilihan alternatif: belok kanan dan langsung ke CIFOR lewat jalan perkampungan dan muncul di setu gede (kawasan hutan penelitian Darmaga) atau belok kiri mengikuti aspal homtix lewat kampus IPB Darmaga untuk sekedar menikmati sajian berbagai varian tanjakan di seputaran kampung Balumbang Jaya sebelum akhirnya menepi di pintu masuk belakang kampus. Tak jauh dari pintu kampus IPB bisa lanjut gowes ke setu gede (bisa langsung atau mampir sebentar ke setu burung dan lewat kampung jawa). Tergantung waktu dan mood tentunya, yang pastinya semakin panjang .... akan lebih nikmat bukan ?? Bogor, akhir April ' 08
|  | Bunyi HP di dalam tas sedikit membuyarkan konsentrasiku untuk menyelesaikan sedikit lagi tanjakan berliku, selepas pintu masuk belakang kampus IPB Darmaga - yang hampir menguras napasku. Jam menunjukkan pukul 8 pagi lewat sedikit, ketika sepintas kulihat nama kang Bagja di layar HP'ku - setelah aku menepi ke pinggir jalan dulu tentunya. Ternyata sms yang kukirim tadi pagi sempat terselip, jadi ajakan gowes minggu pagi pun kurang bersambut ... setelah ada kesepakatan bilateral, akhirnya diputuskan untuk ketemuan di CIFOR atau Setu Gede yang memang relatif berdekatan lokasinya. Terpaksa rencana awal untuk gowes sendiri mengitari Setu Burung seperti biasanya urung aku lakukan, sedikit berubah dan lanjut gowes ke CIFOR untuk ketemuan sama kang Bagja. - # - Tepat hampir pukul sembilan, ketemuan di depan pos security CIFOR dan ngobrol bentar sama om-om security kenalan lama ... *cwiiiw*. Secara para cacing di perut sudah mulai berontak dan juga haus banget, kita gowes bentar di dalam hutan penelitian Darmaga, untuk cari sarapan dan minuman hangat di pinggir Setu Gede. Sedikit adegan narsis tentulah menjadi pelengkap wajib, dan si koneng b2w pun berpose sejenak di tengah lebatnya hutan dengan penunggangnya. Tak lupa beberapa moment special untuk koleksi pribadi sempat diabadikan. Segelas kopi Liong Bulan (sejenis kopi asli bogor), nasi uduk dan gorengan menjadi pengganjal perut untuk sesi lanjutan yg belum ada rencana kemana. Setelah beberapa batang mengepul ... akhirnya disepakati untuk menjajal trek ke Setu Burung (Setu Leutik) dan melihat tempat penyeberangan getek Sungai Cisadane di kampung Jawa. - # - Setelah puas berfoto dan memoto di Setu Burung, gowes berlanjut dengan mencicipi sedikit tanjakan hotmix hangat, sebelum kita masuk ke jalan perkampungan berbatu menuju lokasi penyeberangan getek. Beberapa kali cobaan gagal kita lalui ... maksudnya coba turunan single trek semen dan tanah yang lumayan curam dgn kondisi sangat licin beberapa kali selalu gagal dan berakhir dgn tuntunan mesra. Namun lumayan, diujung trek hutan bambu tak jauh dari pinggir sungai kita sempat menjajal turunan goyang geboy ... secara emang licin banget setelah bogor diguyur hujan kemarennya. - # - Dari niat yg sekedar ingin melihat tempat penyeberangan, akhirnya berubah menjadi ingin mencicipi ... "dari pada pulang penasaran" mungkin begitu pikir kami. Karena masing-masing ingin difoto diatas getek bambu, akhirnya disepakati dibuat 2 trip (maklum fotografer narsis). Trip pertama, yang membawa aku dan sepeda berjalan mulus ... serasa jadi fotomodel. Setelah aba-aba siap dariku, gantian giliran kang Bagja diangkut dengan getek dan aku yang bagian fotoin. Sedikit meleset dari skenario ... baru saja getek mulai melaju, kang Bagja yang duduk diatas sadel sepeda sempat terlihat oleng dan ... tercebur !! meninggalkan sepeda teronggok di atas getek bambu. Sedikit panik dan lupa untuk shot adegan, secara tempat itu lumayan dalam dan sedikit kencang arusnya. Alhamdulillah bisa kembali ke tepi sungai karena masih dipinggir dan agak dangkal (baca 1.5 meter). Terpaksa, adegan'pun diulang kembali ... tetapi dengan penambahan tim pengawal ... hehehehee. - # - Beres ngeringin kamera dan HP di gubuk pinggir sungai, kita terpaksa lagi kudu TTB ke atas, Jalan Bantar Kambing (Atang Sanjaya, Semplak), untuk melanjutkan gowes balik ke gunung batu dan melanjutkan uji kelayakan tanjakan JPA oleh kang Bagja. Perjalanan dari Btr.Kambing melewati Jalan dr. Semeru lumayan juga menguras energi dan stamina. Jalan yn panjang dan ramai oleh kendaraan bermotor, sepintas nampak datar ... ternyata baru kerasa nanjak sekarang ... whuuiiiih. Setelah hampir 5 km gowes, kita masuk ke jalur trek JPA dari samping Bogor Golf, tepat seberang Jl. Manunggal. Jalan berbatu relatif sempit ditengah pemukiman padat, sedikit mengurangi kenikmatan bersepeda tentunya. Alternatif lain, masuk melalui jalan Semboja akan lebih nyaman dan leluasa untuk bersepeda. - # - Diiringi senyuman sebelum menikmati hidangan jembatan kayu, yang mengeluarkan irama bunyi yang sangat khas, serta tanjakan penutup gowes minggu ini ... kang Bagja melenggang patah-patah menuju puncak .... sempurna !!! masih sempat tersenyum dan kasih komen, "wuuiiih, bener euy tu'ur panas pisan ... rada nge'den nanjakna". Kita meninggalkan pos tanjakan terakhir, dengan mendapat berbagai "pujian" dari ibu-ibu yang kebetulan lagi pada ngegerombol di saung pinggir jalan. Hari ini perjalanan sangat melelahkan dan menyenangkan dengan total trip hampir 30km, 29.93 km tepatnya - sesuai yg terekam di vello sepeda, dan pengalaman baru ... SERU !!!
April 27 '08 |
|  | Tanda-tanda cinta bakal bersemi sudah bermunculan sejak minggu kemarin. Ditambah pemanasan yang sudah sejak awal dilakukan oleh kang Bagja yg mulai menggoyang dgn celotehannya, "dikasih note Mas Bondan ... mak nyusss, kita bikin komunitas ITAPEKU aja (Ikatan Pencinta Sepeda Kuliner) wakwakakwak" isengnya keluar di lembaran PM kang Dhanis khusus untuk diskusi trek dan waktu kumpul.
SEPAKAT tercapai ... akhirnya diputuskan untuk coba trek PAM+ dan kumpul di gunung batu jam 6:30 pagi dgn peserta confirmed 4 orang (minus kang Okky). Bubaran jam kantoran hari jum'at, masing-masing kembali ke peraduan untuk bersiap besok pagi. Hampir pukul sembilan malam saat HP'ku berbunyi, sekilas tulisan kang Okky nampak di layar ... "mohon dimasukkan list untuk ikut merapat besok pagi gowes ITAPEKU", pesan beliau singkat dan padat ... sangat menyenangkan !! Nambah peserta lagi nih, ngga' tanggung-tanggung yg ikutan, jawara dari kampung sebelah ... hehehee.
Sabtu pagi, setelah alarm HP bunyi berkali-kali ... baru akhirnya kebangun, sambil kucek-kucek mata buat mlototin liat jam. Waaah ... untung masih jam 5 lewat 10 menit, berarti masih cukup banyak waktu untuk bersiap. Beres sholat, beresin perkakas dan nyiapin sepeda, lanjut order buatin kopi tubruk dan pisang goreng untuk sesajen pagi para penggowes ITAPEKU, secara mereka belum sadar seperti apa trek yg bakal dilewati, itung-itung asupan sedikit energi buat nandjak enak. Semua beres pas ada sms dari kang Bagja yang minta ijin tidak bisa gabung gowes karena harus ke rumah sakit. Tak berselang lama, kang Dhanis telepon nanyain ... "eeh, kamari teh di PM kita deal buat ketemuan kumpul dimana nya' .. pasir kuda apa gunung batu?" ... *gubraks*. Singkat cerita kang Dhanis dan om Edi akhirnya nongol di rumah, tak lama setelah kang Okky muncul. Salam-salaman dulu bentar sambil kenalan, secara baru ketemu darat (ngga' paka cipika-cipiki) ... sambil dilanjut mencicipi ramuan obat kuat plus pisang goreng haneut ... heheheee.
Akhirnya kita keluar dari kompleks hampir jam 7 pagi, jalanan sedikit agak ramai ... kita gowes santai menyusuri jalan raya menuju merdeka, sempet ngelirik bentar pas lewat pasar de Vriest (ada doclang sama bubur ayam yg mantab mangkal disitu) tapi malu lah kalau mau nongkrong sepagi begini, secara sepeda juga baru dikayuh sepelemparan batu. Lewat terminal angkot merdeka, berbelok ke kiri masuk Kota Paris dan menyusuri jalan Semboja dan Sungai Cidepit. Menjelang masuk gerbang Desa Sindang Sari, nampak tenda Soto Bening yang cukup terkenal disitu ... alhamdulillah masih tutup dan baru beberes meja, jadi ngga' susah buat kasih penjelasan ke kang Dhanis ... heheheee. Turunan paving block sepanjang jalan kampung menjadi ganti sarapan soto yg terlewat, sejuk dan cukup menyegarkan. Beberapa senyum mengembang masih nampak sebelum kita masuk trek jembatan (yg bakal disusul dgn trek tanjakan mak nyuuus), karena tantangan sebenarnya masih tertutup kabut kerimbunan bambu dan besi-besi jembatan. "Eduun, tu'ur (sunda: lutut) urang panas euy pas ditengah tadi" celetuk kang Dhanis sesampai di ujung atas turunan. Tak mau kalah, om Edi pun ikut nimbrung "Whoaalah, lha wong saya baru nanjak 2 meter ko' udah ngeden, ngadat ngga mau jalan sepedahnya... yo wis tak tuntun aja" ... hehehee. Lain ladang lain empang, kang Okky justru masih terlihat gagah diatas sepedanya, masih dengan senyum yg mengembang .. "mantab euy, ada juga turunan deket rumah yg seger begini". Sangat lengkap sekaleee bukan ?
Trek JPA (ide kang Dhanis, alias Jalur Pipa Aer) ini sangat bervariasi, mulai dari jalan semen, aspal, batu susun kering, batu susun basah, batu susun tertutup rumput kering dan rumput basah tentunya, tanah sawah, becek, sampai batu lepas ... dilewati dengan penuh semangat bari ngesang (sunda: berkeringat). Ditutup dgn trek aspal hotmix mulus yg sedikit mendongak, kita sampai di depan gerbang komplek PDAM Ciburial Bogor, foto-foto trus sambil briefing bentar untuk pilihan menu sarapan di pinggir bendungan Ciapus ... hehehee. Bener, strategi yg dipilih terbukti manjur ... kang Dhanis dgn penuh "semangat 45" melewati semua "turunan" berbatu dan semen tanpa keluh kesah ... dengan satu tujuan, dapetin tempe mendoan haneut secepatnya. Sampai tepi bendungan kita berebut pesen teh sama kopi panas buat temen ngudud, hanya om Edi yang langsung cari kursi dan rebahan "ngelurusin badan dulu bentar", celetuknya takut keduluan. Tak seperti biasa, kali ini ada menu doclang yang ditawarkan si teteh ... wah lumayan buat pengganti energi. Tak kalah dengan kang Dhanis, satu porsi doclang kuhabiskan - dengan tambahan 4 potong mendoan haneut tentunya.
Kenyang ... dan tenaga kembali full, siap untuk menaklukkan trek berbatu ke komplek KBS (Kampung Budaya Sindangbarang) yang cukup menguras tenaga dan skill gowes nanjak. Perlahan tapi pasti, tiap kelokan dan tanjakan dilewati dgn penuh rasa syukur :) ... udara yg bersih dgn pemandangan sawah yg hijau sedikit membantu menenangkan sesi menggowes. Sampai di KBS, dapat bonus turunan tangga batu ... lolos uji coba, bahkan kang Dhanis yang ngaku newbie sudah bak seorang pro diatas PATROL'nya ... selamat !!
Salut banget buat om Edi yang tidak patah semangat ... dan selalu di posisi terdepan kalau pas di tanjakan, "kapan-kapan coba lagi ah, enak treknya" sambung om Edi. Nah loo ... om Edi aja ngerasain enaaak, bagaimana dengan Anda ... MAU ?
Bogor, April 26 '08 |
|  | iseng habis gowes light XC pagi-pagi ke bendungan ciapus ... pulang masih banyak sisa tenaga yg belum tersalurkan, cari-cari trek yg belum dicoba !! akhirnya krn penasaran sama trek PAM (Perusahaan Air Minum) ... jalur pipa PAM Jakarta dari Ciburial Bogor yang sudah ada sejak 1922, utk info lengkap klik http://bagja2000.multiply.com/photos/album/39/Kunjungan_Kenangan_ke_Sumber_Air_Minum_Ciburial
trek ini tergolong lumayan, selain deket - karena ditengah kota juga variasi jalan dan "turunan" yang asyik-asyik ... selain pemandangan sepanjang Sungai Cisadane yg membelah Gunung Batu dan kawasan dr. Semeru yang deket banget sama "butik"-nya Weimin, kotak orange kecil di peta .... :)
Untuk trek komplek BPP n' Selakopi ke Ciburial segera menyusul, masih dalam tahap editing n' processing di meja redaksi ... :) *eh sudah di-upload, lupa diperbaharui text-nya*
silahkan dicoba ... tingkat kesulitan ringan - sedang
Bogor, April 19 '08 |
|  | Sabtu, 5 April ... malam minggu berselimut hujan, hampir jam 10 malam ketika ada sms masuk dari om Yunus TSCC "om, Tamansari dan Parung diguyur hujan deras ... sepertinya trek sawit besok tidak gowesable" ... hiks, rencana untuk gowes di kebun sawit terpaksa diundur sd waktu yg belum ditentukan. Kontak kang Bagja yg sdh janjian buat gowes besok ... bikin rencana untuk tetep hajatan gowes "uenak" minggu pagi ....
Ceritanya, bikin on-site decission ... beres ngumpul n' ketemuan jam 7:00 pagi ... diputuskan untuk coba trek XC disekitaran Ciburial - menyusuri jalur inspeksi pipa PDAM, Bendungan Ciapus ... dan Kampung Budaya Sindangbarang ... tentunya sekalian hunting foto !! Dua kesenangan yang digabung ... ibarat minum ice juice (jadul banget yah !!) siang terik .. mantab dan menyenangkan. Berikut laporan dalam gambar ... |
|  | awal Januari 2008 ....
Niatnya awalnya buat mengembalikan stamina yang dah drop... secara udah pindah tempat gawe dan agak jarang nyepeda... persiapan ambil semester pendek di 1PDN. Rute yang diambil berseberangan dengan Sukamantri - lewat jalur dalem - yang lebih adem, non angkot dan djalan nanjak asphalt ... sangat pas untuk olah kanuragan :) iseng2 gowes sendirian, eeh ketemu jalur nanjak ke Pure Parahyangan Agung, di kaki Gunung Salak... lumayan buat nambah variasi "turunan" non-asphalt.
Sekedar alternatif pilihan route untuk menuju Sukamantri dan Rebing .... |
|  | sabtu pagi 24 februari, hujan rintik-rintik sepertinya enggan tuk berhenti ..... rencana buat solo gowes yang tadinya jam 6:00 "sedikit" molor jadi jam 7:25'an baru "siap" buat gowes dari saung peristirahatan di gunung batu ....
lagi nganggur ... iseng-iseng coba cek route alternatif buat sepedahan santai temen-temen kantor. trek yang diambil seperti biasa .. "sedikit" sarapan di tanjakan brajamustika .. lanjut gowes santai lewat dr. semeru .. semplak .. dan simpang Atang Sanjaya. buat reportase trip ... sempetin bentar buat ambil pose ndiri di depan tugu helikopter ... :-) minum bentar ... lanjut gowes lewat jalan yang sedikit berlubang .. atau tepatnya berkubang sambil menyusuri aliran sungai cisadane ... sempet ambil beberapa gambar buat reportase ... sayang agak under-exposure ... caused dikit mendung dan gerimis :-(
lanjut gowes sampai simpang rancabungur, buat ke ciampea ama rumpin ... nanya bentar ke tukang ojek, biar ngga' nyasar. saran bang ojek "ambil jalur kiri aja kang" ... he .. he .. lumayan dapet turunan panjang sampai jembatan .. ambil beberapa pose dulu bentar sambil siap-siap buat gowes nanjak ... nongol di pasar ciampea ... macet abiss sama angkot yg pada ngete'm ... syukur dapet objek baek, nemu kelenteng Hok Tek Bio di tengah pasar ... dengan warna merah ng'ejreng khasnya tea ...
lepas ciampea ... gowes lewat warungborong .. ketemu jalan raya ciampea yang sedikit padat. lanjut gowes santai .. sedikit tanjakan plus dapet bonus gerimis ... sambil teuteb gowes tembus cibanteng .. cihideung .. dan akhirnya sedikit "sarapan" bubur ayam di depan kampus IPB Darmaga.
Lanjut gowes lewat kompleks kampus ... keluar tembus ke Situ Gede ... with final destination to kantor. Total trip dari kantor ke kantor sekitar 25'an km .. lumayan buat cari jalur seneng dengan sedikit tanjakan menantang ....
Masih penasaran untuk lanjut dari rancabungur ke rumpin ... parung ... sambil cari duren ama kelapa mude, kapan-kapan aaah ....
( keep gowes - loose the weight :-) |
|  | Awal bulan Februari 2007 ... hujan mulai sedikit bertambah deras, sedikit angin dan ... bonus petir tentunya .. bogor githu loh !!!
Sedikit molor dari rencana berangkat jam 6:00 pagi seperti biasa kalau kita gowes di hari sabtu ... karena semaleman sampe' pagi hujan ngga' berhenti-berhenti ... terpaksa jadwal diundur sampai jam 7:30 baru pada kumpul di markas gunung batu ... photo-photo bentar ama rombongan (Dani "the chief", Imam, Franz, dan ... gua tentunya) plus "seby" yang baru bangun tidur dah bisa bergaya ... wakakakakakkkk
Perjalanan diawali lewat route gang ledeng (belakang komplek gua), lanjut jalan pagentongan dalem - ngikutin turunan sampe' ketemu anak sungai ... udah mulai naik ketinggian airnya ... sedikit bergaya diatas jembatan dan dipinggir sungai .... :-)
Lewat ciomas ... bergelut dengan beemo (sejenis bajaj di jakarta tapi bisa muat lebih banyak orang) disepanjang pasir kuda sampai simpang Ciapus ... dengan trek sedikit bergelombang & naik-turun ... cukup melelahkan .... haah
Sesampainya di kompleks paspampres di kotabatu, sambil istirahat ... menikmati hangatnya bubur ayam dan gorengan tempe ... yuummiiii. Lagi siap-siap buat gowes lagi ... hujan turun sangatlah lebat-nya ... dengan sangat terpaksa ... kita melanjutkan menikmati hangatnya tempe dan tahu goreng dibawah tenda si tukang bubur .... kekekekekk
Setelah "lelah" menanti ... akhirnya 15 menit kemudian, volume hujan agak mengecil ... dengan semangat 45 kita berempat langsung menyambar sepedah masing-masing dan lanjut gowes ... baru 10 menit gowes ... eh ... hujan turun lagi dengan cukup derasnya ... terlanjur basah ... teteb lanjut gowes dengan menahan guyuran hujan, tanjakan yang tiada pernah menjadi turunan (not even flat .. !!!), kena semprot air dari mobil ama motor yang teteb melaju dgn manisnya ... dan tentunya ... tatapan orang-orang yang ngeliatin keheranan ke kita ... "nii orang pada kurang kerjaan semua kali yeee ..." hiks ... hiks ... mana gua ketinggalan di paling belakang, maklum ban ama bodi yang paling gede ....
Tapii ... semua lelah, capek, penat, laper, kedinginan .... semuanya terbayar begitu kita sampai di curug nangka ... (tadinya mau makan siang di soto kebun matoa ... tapi ternyata tutup ... hiks ... hiks ... sedih) ... kita disuguhi tempe goreng hangat & kopi ginseng ... dengan ditemani rokok tentunya ....
Setelah photo-photo bentar di deket curug-nya ... kita gowes pulang ... eh ngga' gowes koq ... lha wong semuanya turunan ... sempet selip pas ditikungan gara-gara ada mobil yg tiba-tiba nongol .... whuikkss ...
Perbedaan yang sangat ekstrim dan kejam ... perjalanan naek diperlukan waktu hampir 2.5 jam ... dibabat habis dalam waktu 20 menit saja waktu turunan pulang ... he .. he ... he ... dan karena sudah deket ke empang, the chief menyarankan kita untuk menyantap sate rebing yang terkenal tea ... yumm ..... manstab abissss ....
Gowes adem, Haris |
|  | Dear Gowes'ers,
Senin pagi kemarin, pas sebagian besar orang-orang berlomba untuk sampai di kantor setelah weekend yang melelahkan & menguras kantong ..... kita bertiga (gua, dani, dan franz), yang iseng & kurang kerjaan, dengan senyum mengembang di pagi hari berencana ber-gowes ria menuju hutan kampus UI Depok.
Perjalanan dimulai jam 6:10 setelah nunggu Franz nyamper ke rumah di kawasan gunung batu - bogor, langsung lanjut (tanpa teh hangat & sarapan dulu ... dah ditunggu dani di jalan baru soalnya) lewat turunan panjang dan tanjakan panjang nan terjal Brajamustika - RS. Karya Bhakti. Sedikit ambil napas terengah-engah, potong kompas masuk ke kompleks Yasmin dan ambil jalan tembus belakang ke komplek Cimanggu Asri. he .. he .. lumayan dapet tambahan sarapan 2 kali tanjakan "sedang", cukup untuk ngangetin pelumas di tempurung dengkul .... Setelah gowes ama ngos-ngosan sekitar 7 kiloan, sampai jalan baru depan YOYO AC jam 6:30, udah ada dani yang lagi ngeliatin satu-persatu orang yang lalu-lalang di jalan baru, kali aja itu gua ma franz ... :-)
Akhirnya, kita gowes bareng bertiga ... menyusuri jalan cilebut & kali ciliwung (bergaya & ambil foto dulu tentunya dong ...), gowes santai sambil sesekali franz ama dani lepas tangan & bergaya di depan ibu-ibu yang lagi ngejemur baju nyang abis dicuci di sungai ciliwung, gua kaga' ke-itung ... soale belum bisa lepas tangan lama ... kekekekekekkk Baru gowes 20 menit'an dan sampai depan stasiun Cilebut ... ada yang teriak kelaperan minta sarapan bubur ayam yang lagi mangkal .... terpaksa kita dengan ikhlas berhenti dulu bentar buat nemenin doi sarapan bubur ama sate ati ampela .... kekekekekkkk
Hmmm lumayan ngeganjel ... pemanasan perut bentar, biar agak longgar, lanjut gowes menyusuri jalan yang sangat-sangat off-road, penuh lubang, kubangan lumpur (untung kaga' ada kebo-nya) sampai berebut jalan sama angkot sepanjang jalur rel kereta KRL dari Bojong gede - Citayam - Depok lama ... dan terakhir stasiun Pondok Cina (Margonda raya), trus nyelip di gang buat masuk ke kampus UI, muter-muter dulu bentar sekitar kampus fakultas Fisip ama Hukum ... banyak yg seger-seger kalo' masih pagi, malah ada yang baru keramas belum sempet ngeringin rambut ... whuakakakakkkk setelah puas mata ... giliran dengkul yang diasah maen off-road di hutan yang masih basah abis diguyur hujan sehari sebelumnya, pelajaran yg didapet - "jangan pake ban terlalu besar" ... ribed buat ngebersihan tanah liat ama sampah plastik + daun yang nyangkut di ban ama v-brake ... :-)
Puas "bermaen coklat lumer" ... saatnya menikmati hangatnya ketoprak mak Nyak ama Siomay, lumayan buat ganjel bekel gowes lanjutan ke kawasan jakarta di seputaran Gatsu (graha SCTV), lewat lenteng agung, pasar minggu, pancoran ama lewat mampang ... buat nemenin Dani dan kenalan ama seleb-seleb B2W yang lagi makan siang dan syukuran Ultah-nya om Tekad ama om Alfa di Casting caffe. Tempatnya lumayan enak buat makan, ngupi ama merokok sambil menikmati yg seger-seger tea ... ada yg jualan rujak buah di sana :-)
setelah kenyang ama puas nyela dan ngobrol sana-mari ... beberapa peserta hajatan pamitan buat balik gawe, kita juga pamitan buat balik gowes ke bogor lewat route yang sama .... sekalian ngecek kondisi sungai ciliwung ama rel kereta ... kali aja ada yang ngga' beres :-)
Terakhir, sebagai penutup trip kita menikmati tongseng ama sate Pak Gino disekitaran BCV jalan baru. Habis kedinginan kena angin sore, sama ngirup asap cumi, gurita ama temen-temennya ... serasa mak nyoossss menikmati hangatnya tongseng (apalagi gua dibayarin ama Dani ... Thanks ya Dan .... kekekekkk. Total trip pergi pulang (dari velo 5 yang terpasang di sepeda gua) 114 km plus 13 jam ninggalin rumah ... mantab abisss, untung nyonya gua sangat-sangat pengertian ... :-)
Tunggu another trip Gila+ untuk menyusuri kawasan bogor & sekitarnya ....
Salam gowes, Haris
|
| |