Setelah menikmati indahnya pemandangan Kali Cisadane di sejurusan Bantar Kambing dengan menggunakan getek atau eretan minggu kemarin. Pagi tadi gowes sendirian, karena emang niatnya "hanya" sekedar cari keringet, secara kemarin selasa badan lemes semua dan banyakan tidur. Niat awalnya mau gowes nemenin rombongan villa PM buat nengokin si babeh penarik eretan dan sedikit latihan olah vokal di beberapa trek turunan asyik geboiii di setu gede dan tepi cisadane. Rencana ternyata gagal, secara banyak para penggemar sepak bola yang agak kesiangan bangunnya ... heheheheee.
- # -
Trek Go-wes Green menjadi menu pembuka sarapanku, sampai di simpang kawasan Batu Hulung aku memilih trek pendek langsung menuju setu gede, karena memang badan belum 100% fit. Istirahat sebentar, minum dan foto-foto pemandangan setu gede pake pocket cam (sdh terlalu siang sayangnya) trus lanjut mampir ke kantor dulu yang kebetulan tidak terlalu jauh. Nyempetin mampir sebentar sambil ngobrol dengan security yang kebetulan kebagian piket pagi. Suasana masih sangat sepi, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul sembilan setidaknya ... aku intip dari jam dinding ruang security. Cukup beristirahat dengan menikmati suguhan kopi tubruk, aku niatkan untuk gowes balik ke rumah untuk istirahat sembari memutar lewat jalan belakang ......
- # -
..... hmmm, sepertinya ada sedikit ingatan nakal yang pernah kudengar kalau ada jembatan lama diatas sungai cisadane yang menghubungkan Sindang Barang Jero (SBJ) dengan Jalan Raya Semplak. Sekejap pikiranku berceloteh, "aah... ngga ada salahnya coba menelusuri trek ini, toh matahari masih hangat bersinar" bisiknya padaku... "lagian, masih terlalu pagi lah untuk pulang", imbuhnya lagi meyakinkanku. Sepeda kubelokkan kekiri, menyusuri jalan tanah yang berbatasan dengan pagar komplek kantor lamaku. Ban sepeda terasa lebih berat... tentunya dengan lumpur dan liat yang mulai menempel. Jalan tanah yang berbatu di perkampungan sudah berganti menemaniku sekarang, perlahan mulai nampak mengecil di kejauhan, "wah bakal mulai nih single treknya", pikirku sejenak kemudian. Melalui jalan kecil bersemen dan tanah yang berkelok-kelok di perkampungan, sampailah di ujung jalan ... di depanku terlihat turunan !! ... ya turunan semen yang lumayan curam dan nampak licin. Di ujung trek turunan semen kulihat beberapa kolam ikan ... dan segerombol pemuda yang duduk-duduk di saung dengan motor yg diparkir melintang di tengah trek. Jadilah urung kulakukan untuk mencicipi trek ini *ada alasan, hehehee*, selain karena memang setelah sedikit dicicipi dibagian ujung sudah dirasakan sedikit "hot" .... TTB sebentar sambil punten-punten dan tanya jalur yg bener untuk ke jembatan. Sedikit menyusuri jalanan berbatu yang tertata rapi (tapi justru bikin licin) di perkampungan, akhirnya kutemukan ujung jembatan yang terlihat membentang di depanku ... wuuiiiih senengnya !!
- # -
Belum lama kusandarkan sepeda di pohon dekat jembatan, muncul beberapa pemuda yang sedang berburu biawak di rerumpunan pepohonan dan semak sepanjang tepian sungai. Kulihat mereka sudah mendapatkan seekor biawak yang lumayan besar, beruntung aku bisa mendapatkan fotonya. Sayang mereka terburu-buru, jadi tidak sempat interogasi ... mungkin sedang mengejar biawak lainnya yang tadi sudah terlihat. Foto-foto sebentar di atas jembatan dan dari pinggir sungai. Dulunya ini adalah jembatan short-cut yang paling favorit ... sebelum jembatan jalan baru (semua jalan yg baru disebut seperti ini di bogor) yang menghubungkan Yasmin-Semplak dengan Sindang Barang-Bubulak dibangun pertengahan tahun 90'an. Pemandangan yang tersaji di lembah ini sangat menyegarkan pandangan mata, hamparan sawah dan kolam ikan bertebaran menghiasi kawasan ini. Pemandangan "sisi lain" kehidupan sungai cisadane juga sekilas terekam disini. Sayangnya perawatan jembatan sedikit kurang mendapat perhatian, tebing penahan pondasi jembatan terlihat sedikit longsor. Sedikit arus deras mungkin akan meruntuhkan jembatan... kalau tidak ada warga yang berswadaya untuk menahan dgn batu-batu sungai. Berbanggalah si bapak ... yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk mengumpulkan batu dan menumpuk di bawah pondasi jembatan untuk lebih menahan dari gerusan arus cisadane.
- # -
Single trek tanjakan selepas jembatan juga terlihat lumayan curam dgn permukaan agak licin dan sedikit berlumut dibagian pinggir. Sedikit terengah dan berusaha menerapkan teori "posisi badan sejajar palang sepeda" perlahan kulalui tanjakan asoiii... kusempatkan sebentar untuk berhenti di tengah trek yang agak datar. Selesai mengambil foto-foto untuk dokumentasi, aku lanjut untuk menyelesaikan tanjakan. Kelokan terakhir yang paling curam menurutku, aku hampir kehilangan traksi putaran ban depan... posisi badan coba lebih kubungkukkan untuk membantu. Gagal ... !! dan aku harus mengambil posisi aman untuk menurunkan kaki dan memulai ritual TTB ... hehehee. Sedikit kurang memperhatikan posisi mendarat ... ternyata pas di semen berlumut. Tak ayal ... bukannya posisi mendarat aman yang kuperoleh, kakiku terpeleset dan sempat tergelincir dengan posisi sepeda diatas badan. Untung tidak ada orang yang memperhatikan, begitu pikirku pertama setelah bisa menguasai kondisi. Setelah berdiri dan akan memulai ritual TTB ... baru terasa jari kelingking dan jari tengah tangan kiri robek ... mengucurkan darah. Sesampainya di ujung trek, untungnya ada warung untuk bebersih luka dan menutup luka secukupnya. Kulanjutkan gowes untuk menemukan jalan tembus ke jalan semplak. Tak lama menelusuri berbatu dan jalan aspal akhirnya aku keluar di Pangkalan Batu tak jauh dari perempatan Boulevard Yasmin.
- # -
Langsung gowes balik ke rumah aku urungkan sejenak, perut yang sudah agak ngegelitik minta jatah plus sedikit energi yang terbuang gara-gara pendarahan tadi menjadi alasan untuk mempir sejenak ... sekedar menikmati hangatnya Mie Ayam ceker, tepat di gerbang belakang yasmin semplak, samping pangkalan ojek. Selalu saja ada alasan memang untuk menikmatinya !! enak.. murah.. meriah.. dan mantab.
Silahkan, mangga saja dicoba lah !! setelah cape' gowes pastinya akan terasa lebih nikmat ... karena hanya ada 2 pilihan untuk goweser untuk masalah satu ini "mau makan yang enak atau ueenak banget.. terserah metodenya" ... apalagi ditemani beberapa botol teh botol dingin ... whuuuiiih serasa lengkap hidup ini !!!
Mayday '08, Bogor
Foto liputan disini http://hiskandar.multiply.com/photos/album/29/Cisadane_n_setu_gede